Meski ada pandemi, jumlah wisatawan lokal justru naik 96 persen

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia mengalami peningkatan hingga 96 persen saat ada pandemi Covid-19 atau pada Maret 2020. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) turun 65 persen dibandingkan tahun 2019.

"Sejak terjadi pandemi Covid-19 di awal Maret, wisatawan mancanegara menurun 65 persen dan wisatawan nusantara melonjak 96 persen," kata Pendiri Traveloka Albert Zhang dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama Komisi X, DPR-RI secara virtual, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Data ini diperoleh Albert berdasarkan hasil survei BPS dan Internal Traveloka. Sebagaimana diketahui tahun 2019, Indonesia diprediksi dapat menampung 174 juta wisnus.

Sementara jumlah wisman yang bisa ditampung sebesar 16 juta. Hal ini diterjemahkan Albert menjadi 91 persen market share wisnus.

Lebih lanjut Albert menjelaskan, Bali memiliki jumlah wisman terbanyak di Indonesia. Estimasi wisman di Bali 39 persen dari semua wisatawan di bali pada tahun 2019 yaitu 63 juta turis.

Secara perbandingan, wisnus tetap menjadi wisatawan terbesar yang berkunjung ke Bali dengan presentasi 60,8 persen. Lalu, pada tahun 2020 tepatnya sejak virus corona menyebar di Indonesia, jumlah wisman di Bali turun drastis.

"Sejak adanya pandemi, wisatawan mancanegara Bali turun sampai jumlah hampir nol menurut data BPS dan Traveloka," kata Albert.

Pada tahun 2019, estimasi pengunjung domestik di Jakarta berkisar di angka 86,3 persen. Data ini termasuk untuk pengunjung yang datang untuk melakukan perjalanan wisata atau perjalanan bisnis.

Albert mengatakan, jumlah pengunjung domestik di Jakarta pada masa pandemi ini justru mengalami peningkatan. "Pengunjung domestik naik ke angka 89 persen," kata Albert.

Meski begitu, angka pengunjung yang datang dalam rangka perjalanan bisnis atau wisata berkurang 67 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: