Waspadalah! Tawaran pinjaman via SMS dipastikan dari fintech ilegal

Selasa, 14 Juli 2020 | 17:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat belakangan ini merasakan banyaknya penawaran pinjaman melalui pesan singkat di ponsel. Fintech peer to peer (p2p) lending atau pinjaman online ilegal bahkan semakin marak di tengah pandemi Covid-19.

Begitu banyaknya modus operandi fintech ilegal untuk menggaet korban membuat masyarakat tergiur dan tidak berpikir panjang mengambil pinjaman.

Salah satu contohnya melalui pesan singkat atau SMS. Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK, Munawar Kasan, menyatakan jika masyarakat menerima SMS yang langsung menawarkan pinjaman dengan mengklik link, tanpa persetujuan pemilik gawai, sudah dipastikan itu ilegal.

"Di tengah pandemi ini banyak yang kirim SMS, misalnya. Nawarin butuh uang untuk sekolah anak, klik link ini, dan lain-lain. Nah, itu dipastikan ilegal," ujarnya dalam diskusi daring, Senin (13/7/2020).

Munawar melanjutkan, pelaku fintech p2p yang legal dan terdaftar hukum tidak diperbolehkan menawarkan pinjaman atau beriklan tanpa seizin pemilik gawai dan pemilik nomor handphone.

Oleh karenanya, pesan singkat yang muncul dengan embel-embel menarik dipastikan bagian penawaran dari fintech p2p ilegal. Apalagi, ketika link diklik, calon korban bisa langsung meminjam uang dengan sangat mudah.

"Terus setelah klik link, dengan mudahnya pinjaman bisa cair. Tidak ada perhitungan atau kalkulasi kalau kita pinjam segini, bayar segini, bunga segini. Kalau di legal kan ada (kalkulasi)," imbuhnya.

Oleh karenanya, Munawar mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak tergiur pinjaman yang tidak jelas asal-usulnya apalagi di tengah pandemi. Jikalau harus, maka masyarakat bisa memanfaatkan pinjaman dari fintech p2p lending yang legal, yang kepengurusannya tersertifikasi, lokasi kantornya jelas dan terdaftar di OJK. kbc10

Bagikan artikel ini: