Pasar masker kian kompetitif hadapi era new normal

Jum'at, 10 Juli 2020 | 09:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pasokan dan kebutuhan masker mulai terkendali dan cukup kompetitif di masa transisi menuju era new normal saat ini.

"Saat ini pasar cukup kompetitif dari sisi harga dan cukup padat dari jumlah sektor pelaku usaha di sektor ritel terutama untuk penggunaan masyarakat umum," ujar Erwin Hermanto, Kepala Bidang I Promosi Produk Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia, Kamis (9/7/2020).

Di pasar medis, lanjutnya, seperti rumah sakit kompetisi juga cukup ketat karena banyaknya produk masker impor murah serta suplai produksi masker dalam negeri. Mengenai spesifikasi masker yang baik digunakan selama pandemi, Aspaki menghimbau agar masyarakat memperhatikan kualitasnya.

"Yang pasti spesifikasi masker yang baik adalah spesifikasi masker yang harus teruji filtrasi, penetrasi udara hingga kebersihannya," sebut Erwin.

Salah satu produsen garmen yang juga memproduksi kebutuhan masker ialah PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY). Produsen underwear itu menggunakan lini produksi garmennya untuk membuat masker non-medis jenis kain.

Direktur RICY, Tirta Heru Citra mengakui bahwa permintaan masker tersebut sudah mulai menurun, tidak sekencang saat awal pandemi.

Sayangnya ia tidak membeberkan hasil dari penjualan tersebut, dari sisi produksi pun selama ini RICY menyesuaikan kebutuhan pasar. "Kami tidak ada kapasitas khusus untuk masker, karenanya selama ada order kami pakai mesin produksi celana dalam saja," ujarnya.

Sekadar diketahui, pabrik RICY memiliki kapasitas produksi hingga 3 juta potong produk garmen per bulannya. Untuk masker, RICY menggunakan merek underwear yang telah eksis yakni GT Man dan Rider, spesifikasinya, produk masker ini terdiri dari empat lapisan kain pelindung, bisa dicuci, dan berbahan katun. kbc10

Bagikan artikel ini: