Banyak perusahaan terapkan WFH, bagaimana mengukur efektivitasnya?

Kamis, 9 Juli 2020 | 18:57 WIB ET

SURABAYA - Di masa pandemi Covid-19, banyak perusahaan menerapkan sistem work from home (WFH) alias bekerja dari rumah. Bahkan, sampai saat ini, sejumlah perusahaan masih menerapkannya. Nah, bagaimana mengukur kinerja karyawan di era WFH ini?

Chief Energizing Officer BENDINO GESIT, Amin Leiman, mengatakan, ada dua kunci untuk mengukur efektivitas WFH. Pertama, customer satisfaction.

“Tujuan dari bisnis kan menjual produk atau jasa. Jadi customer satisfaction harus jadi key performance indicator saat WFH,” ujar Amin dalam webinar bertema ”The Era of Co-Creation”, Kamis (9/7/2020). Webinar dimoderatori oleh Ketua Umum Kadin Surabaya, M. Ali Affandi.

Aspek kedua yang harus dijadikan ukuran saat WFH adalah kebahagiaan karyawan. Di masa WFH, intensitas meeting juga terasa lebih padat ketimbang masa sebelumnya. Dalam sepekan, bahkan bisa ada 20 meeting online, antara lain melalui fasilitas Zoom.

“Kita ini menghadapi istilahnya Zoom fatigue. Padat sekali. Kalau tidak hati-hati, ini produktivitasnya rendah. Tidak produktif sebenarnya, karena meeting online bisa disambi, membuat orang tidak fokus,” ujar Amin.

Oleh karena itu, Amin mengatakan, sangat penting untuk bersikap bahagia di masa pandemi ini.

“Jangan takut. Ketakutan musuh terbesar produktivitas dan kreativitas,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: