Lion Air Group beri kesempatan gabung lagi untuk 2.600 karyawan yang sempat diputus kontrak

Kamis, 9 Juli 2020 | 12:18 WIB ET

JAKARTA - Lion Air Group memberikan kesempatan kepada 2.600 karyawan yang sebelumnya tidak diperpanjang kontraknya untuk kembali bergabung ke maskapai.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, keputusan itu diambil seiring meningkatnya operasional penerbangan di seluruh maskapai grup berlogo singa tersebut.

"Lion Air Group memberikan kesempatan kepada kurang lebih 2.600 orang yang sebelumnya tidak diperpanjang masa kontrak kerja untuk dapat bekerja kembali, seiring dengan peningkatan operasional," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

Lebih lanjut, Danang menyebutkan, tren penerbangan yang dilayani Lion Air, Batik Air, dan Wings Air terus mengalami peningkatan.

Bahkan, ia mengaku optimis industri penerbangan sudah dapat kembali mendekati normal pada awal tahun 2021.

Tren peningkatan tersebut terefleksikan dengan terus tumbuhnya jumlah penumpang dari bulan ke bulan.

Kemudian, Lion Air menilai dengan berbagai kebijakan pemerintah, seperti mematok batas atas harga rapid test, akan dapat menggairahkan kembali minat masyarakat untuk berpergian dengan menggunakan pesawat.

Oleh karenanya, Lion Air memutuskan untuk meningkatkan jumlah armada penerbangan yang akan dilakukan di berbagai destinasi asal dan tujuan.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, Danang menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan semua armada, yang terdiri dari tipe Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600, yang akan dioperasikan menurut kebutuhan.

"Lion Air Group menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak khususnya Kementerian Perhubungan hingga sampai saat ini Lion Air Group masih beroperasi," ucap Danang.

Sebagai informasi, pekan lalu Lion Air mengumumkan secara resmi telah melakukan pemangkasan terhadap 2.600 karyawan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi guna merespon tekanan pandemi Covid-19.

Bagikan artikel ini: