Meski belum diuji klinis, Kementan tegaskan kalung anti corona tak overclaim

Senin, 6 Juli 2020 | 22:18 WIB ET
Kepala Balitbang Kementan Fadjry Djufry (kedua dari kiri)
Kepala Balitbang Kementan Fadjry Djufry (kedua dari kiri)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan) Fadjry Djufry mengakui kalung anti corona berbahan eucaluptus belum melalui uji klinis untuk dapat dikatakan terbukti mampu membunuh Covid-19 . Pasalnya pengujiannya membutuhkan waktu setidaknya 18 bulan yang dilakukan Tim Dokter Spesialis Paru.

"Kita bukan overclaim. Izin dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) tak menyebut ini antivirus. Karena memang harus melalui tahapan. Kalo ini izin edarnya sebagai jamu. Klaim produk ini sebatas apa yang menjadi izin dari BPOM, tapi ini secara potensi untuk membunuh virus corona," tegas Fadjry dalam konfrensi secara virtual di Jakarta, Senin (6/7/2020)

Hal tersebut ditegaskan Fadjry guna mengklarifikasi informasi kalung anti corona ini mampu membunuh virus covid- 19.Berbagai pihak mempertanyakan efektivitas penemuan ini untuk menekan perkembangan virus corona.

Namun menurut Fadjry pihaknya sudah melakukan penelitian internal selama dua-tiga bulan langsung kepada 16 pasien yang terpapar Covid -19. Hasil beberapa testimoni mengatakan khasiat spesifik setelah menggunakan produk ini. Di antaranya melegakan pernapasan, menghilangkan pusing, mual dan nyeri lainnya, perasaan lebih nyaman dan tenang.

Aromanya yang segar membuat pengguna merasakan rasa enak saat dihirup. "Sudah diujicoba kepada 16 pasien positif. Kami hanya me-record testimoni mereka tetapi tidak melakukan pengujian terhadap kondisi kesehatan mereka," terang Fadjry.

Karena itu, pihaknya menyangkal kalung antikorona ini dapat membunuh virus korona jenis covid-19. Namun, setidaknya dapat memberikan peluang untuk menekan perkembangan virus corona. "Saya tidak mengklaim covid-19 karena kami tidak menguji pada covid-19. Kami hanya menguji pada corona model karena kita punya alpha coronavirus, beta coronavirus, gamma coronavirus, serta delta coronavirus. Dan Covid-19 bagian dari beta corona virus," paparnya.

Fadjry menambahkan, kalung antivirus korona berbahan eucaluptus akan dipasarkan dipasarkan pada Agustus. Kalung ini akan diproduksi oleh PT Eagle Indopharma. "Kalung pada bulan Agustus akan siap dipasarkan untuk masyarakat. Sementara itu, untuk inhaler dan roll on itu produknya akan siap akhir Juli ini," ujarnya

Produk kalung merupakan aksesoris aromaterapi yang didesain dalam bentuk seperti name tag yang mudah dibawa ke mana saja. Menurutnya produk aksesoris aromaterapi ini bisa saja didesain sebagai gantungan kunci, kipas, bolpen atau bentuk lainnya yang mengantarkan aromaterapi.

"Produk kalung aromaterapi Balitbangtan diformulasikan berbasis minyak Eucalyptus sp. Dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk dan dikemas dalam kantong berpori," terangnya.

Dengan teknologi nano, sambungnya Fadjry ukuran partikel bahan aktif menjadi sangat kecil dan luas permukaannya menjadi sangat besar. Dengan demikian, luas bidang kontaknya menjadi sangat besar dan dapat menekan penggunaan bahan aktif.

Produk ini, sambungnya, mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release) sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu. Untuk mendapatkan efek aromaterapi yang optimal, penggunaannya dilakukan dengan cara menghirup aroma dari lubang-lubang kemasannya.kbc11

Bagikan artikel ini: