Mentan SYL akan produksi massal kalung antivirus corona, ini respon FK-UI

Minggu, 5 Juli 2020 | 21:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan kalung ‘antivirus’ Corona akan diproduksi massal mulai Agustus 2020. Kalung buatan Balitbang Kementan ini diklaim mampu mematikan covid 19.

"Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen," kata Mentan ketika memberikan keterangan pers di kantor PUPR, Jumat (3/7/2020).

Mengenai hal ini, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Dr. dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH mengatakan terlalu awal bila masyarakat atau sebagian kelompok langsung mengklaim hasil uji di tingkat sel atau jaringan (in vitro) terhadap minyak kayu putih berhasil sebagai anti virus corona.

"Apalagi riset in vitro atau baru di tingkat sel, belum menggunakan virus Covid-19 langsung (ke manusia red). Saat ini harapan masyarakat,media dan pemerintah begitu besar terhadap penanganan virus Covid-19, sehingga penelitian baru di tingkat sel saja langsung diklaim sebagai obat anti virus," ujar Ari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Ari menilai kalung tersebut sama dengan produk minyak kayu putih yang telah beredar seperti dalam bentuk obat hirup atau minyak gosok. Karena itu, dia menyebut diperlukan tes lanjutan untuk membuktikan minyak kayu putih berupa kalung itu bisa menangkal virus corona.

"Jadi saya tidak setuju jika kalung eucalyptus disebut sebagai kalung anti virus. Cukuplah disebut Kalung kayu putih atau Kalung Eucalyptus," katanya.

Bila uji lanjutan dilakukan dan bisa berhasil, temuan obat virus corona akan sangat bermanfaat karena berbagai negara berlomba mendapatkan penawar virus tersebut. Dia menuturkan Fakultas Kedokteran UI dan Lembaga riset di bidang kesehatan, Indonesia Medical Education Research Institute (IMERI) sedang melakukan riset untuk menangani virus corona.

"Saya berharap riset eucalyptus ini berlanjut karena minyak kayu putih memang sudah kita gunakan sejak dahulu kala secara empiris dan juga sampai hari ini untuk berbagai masalah kesehatan.Mudah-mudahan saja memang bisa terbukti secara uji klinik bermanfaat dalam terapi virus Covid-19, menjadi kontribusi Indonesia untuk dunia," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangkunsumo Jakarta ini.

Kesempatan terpisah Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan Indi Dharmayanti meluruskan kontroversi yang berlarut tentang kalung anticorona. Ditegaskan, riset tentang produk tersebut masih panjang.

"Sebenarnya bukan obat untuk Corona, karena riset masih terus berjalan. Tapi ini adalah ekstrak dengan metode destilasi untuk bisa membunuh virus yang kita gunakan di laboratorium. Toh sesudah kita lakukan screening ternyata eucalyptus ini memiliki kemampuan membunuh virus influenza bahkan Corona," ujar Indi

Sebelum mengumumkan kalung anticorona yang kini jadi perbincangan, Kementan lebih dulu memperkenalkan roll on dan inhaler. Ketiga produk tersebut menggunakan basis tanaman eucalyptus.

Ditegaskan pula, klaim antivirus bukan berasal dari peneliti. Riset yang telah dilakukan masih dalam tahap in vitro, yang artinya belum diujikan pada manusia.Untuk membuktikan potensinya pada Covid-19, masih dibutuhkan riset lebih lanjut.

"Iya, masih potensi Covid-19. Saya selalu bilang itu potensi semua wawancara tidak klaim itu antivirus kok. Itu berpotensi karena kita akan buktikan pengobatan Covid-19," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: