Kemenkeu ungkap baru 21.080 tenaga medis terima insentif per 24 Juni 2020

Minggu, 5 Juli 2020 | 07:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sebanyak 21.080 tenaga kesehatan sudah mendapatkan insentif hingga 24 Juni 2020. Anggaran untuk tenaga medis tersebut mencapai Rp100 miliar atau baru mencapai 1,6 persen dari pagu insentif yang sebesar Rp5,9 triliun.

"Serapan insentif tenaga medis masih rendah. Sudah 21.080 tenaga kesehatan. Sementara 16 tenaga medis yang meninggal juga sudah kita beri santunan," kata Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kunta Wibawa dalam video conference, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, tagihan klaim penggantian biaya perawatan pasien Covid-19 dari 750 rumah sakit sudah mencakup 62,5 persen. Sedangkan beberapa rumah sakit lainnya juga masih dalam proses pencairan, karena masih menunggu proses administrasi.

"Yang sisanya belum karena kita menunggu dokumen untuk dilengkapi," jelas Kunta.

Di samping itu, anggaran penanganan kesehatan oleh gugus tugas sudah terealisasi Rp2,9 triliun atau mencapai 83,48 persen dari pagu yang sebesar Rp3,5 triliun.

Dari sisi insentif perpajakan, sudah terealisasi Rp1,3 triliun atau mencapai 14,82 persen dari pagu yang sebesar Rp9,1 triliun. Sementara bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) dari pagu yang sebesar Rp3 triliun belum terserap sama sekali, karena baru akan dibayarkan pada Agustus 2020 mendatang.

"Untuk bantuan iuran JKN karena memang mulai Juli ini, maka akan mulai dibayarkan per Agustus," ujarnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menambahkan, realisasi anggaran penanganan covid-19 memang sepenuhnya diserahkan kepada kementerian teknis terkait. Pihaknya dalam posisi yang selalu siap apabila ada yang membutuhkan anggaran tambahan.

Terkait dengan masalah di lapangan, pihaknya mengklaim sudah memberikan berbagai masukan agar proses administrasi bisa dilonggarkan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Kemenkes, agar prosedurnya disederhanakan, verifikasi jangan rumit. Tapi tetap bertanggung jawab," jelas Febrio. kbc10

Bagikan artikel ini: