Krisis keuangan, Lion Air pangkas karyawan hingga pilot asing

Kamis, 2 Juli 2020 | 19:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lion Air Gorup memutuskan untuk melakukan pemutusan hunungan kerja (PHK) terhadap karyawan lokal hingga pilot asing (expatriate) akibat krisis keuangan perusahaan sebagai dampak pandemi Covid-19. Namun perusahaan tidak melaporkan secara rinci pengurangan karyawan tersebut. 

"Tahun ini akibat pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat," kata Corporate Communication Strategy Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro seperti dikutip, Kamis (2/7/2020).

Dikatakannya, keputusan memangkas karyawan tersebut diambil sebagai upaya strategi mempertahankan kelangsungan usaha tetap terjaga, merampingkan operasi, mengurangi pengeluaran serta merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum stabil.

Kebijakan tersebut diambil karena pendapatan menurun akibat pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan. Sejak mulai beroperasi secara bertahap, imbuhnya, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15% dari kapasitas normal sebelumnya yakni rata-rata 1.400 - 1.600 penerbangan per hari.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi. Bagi karyawan yang semakin besar penghasilan maka semakin besar nominal potongannya. 

"Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan," ungkapnya.

Pihaknya berencana, apabila kondisi perusahaan kembali pulih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.

"Harapanya pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: