Duh! 167 Juta orang di Asia kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19

Kamis, 2 Juli 2020 | 10:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah menghantam sektor kesehatan hingga perekonomian global termasuk Asia. Pembatasan sosial atau lockdown yang dilakukan sejumlah negara membuat kesempatan masyarakat dalam beraktivitas kian terbatas.

"Pandemi ini berdampak sangat besar juga pada ekonomi dan kehidupan orang-orang. Intinya lockdown melumpuhkan aktivitas ekonomi. Impact nya besar sekali terhadap keadaan ekonomi kita, dan khususnya di Asia, jumlah penurunan mencapai 30 persen dalam pengeluaran global," kata the director general for the Asia Development Bank’s sustainable development and climate change sector, Woochong Um dalam konferensi pers bersama WHO seperti dikutip, Rabu (1/7/2020)

Menurutnya, pandemi ini akan menyebabkan penurunan dalam pengembangan dan pertumbuhan negara-negara di Asia hingga hanya mencapai angka 0, 1 persen tahun ini. Angka itu adalah terendah dalam 6 dekade terakhir. Saat GDP harusnya tumbuh sampai 6,2 persen tahun depan.

"Angka ini terlihat besar sebab pertumbuhannya yang terhambat tahun ini," ujarnya.

Dikatakan Um, banyak negara berkembang yang akan terkontraksi perekonomiannya dampak dari pandemi ini. Sebab, beberapa negara melakukan kebijakan lockdown, sehingga menyebabkan banyak sektor mati seperti akomodasi, pelayanan, makanan serta pusat transportasi yang bersinggungan erat dengan kehidupan masyarakat.

"Seluruhnya menyimpulkan kegiatan ekonomi kita kehilangan pekerjanya. Sekitar 167 juta orang di Negara Asia kehilangan kesempatan bekerja yaitu sekitar 70 persen dari total persentase hilangnya pekerjaan di seluruh dunia. Dan yang paling mengkhawatirkan ialah sektor yang paling rentan terpapar dampak ini adalah buruh tanpa skill, kelas menengah ke bawah juga kaum perempuan," ujarnya.

Dijelaskan Um, sektor yang terdampak hebat saat pandemi mempengaruhi kesehatan, pariwisata, juga transportasi.

Namun Demikian, Um mengatakan bahwa semua negara memiliki banyak sekali pekerjaan yang harus segera diselesaikan, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di Asia Kembali berjalan dengan baik.

"Kita juga jangan melupakan isu isu-lain seperti climate change / pemanasan global dan lainnya. PR nya banyak sekali, tapi saya yakin kita bisa mengatasinya bersama-sama," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: