Di tengah pandemi, tiga perusahaan properti siap IPO di tahun ini

Kamis, 2 Juli 2020 | 09:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Minat perusahaan di Tanah Air untuk melantai di bursa (initial public offering/IPO) masih tinggi di tengah pandemi Covid-19.

PT Satu Global Investama, advisor sekaligus perusahaan investasi di bidang pembiayaan IPO financing memastikan setidaknya ada tiga perusahaan properti yang bakal melantai di bursa saham Indonesia pada 2020.

CEO dan Co Founder Satu Global Investama Calvin Lutvi mengatakan, sektor properti yang mulai stabil dibuktikan dengan rebound-nya indeks emiten sektor properti April 2020 pada posisi 286 walaupun belum kembali ke posisi awal tahun.

"Kami optimis akan terus naik dan mencapai posisi awal tahun, bahkan mungkin lebih. Karena itu, di tengah pandemi ini kami berhasil menggandeng tiga perusahaan properti ini untuk melantai di bursa tahun 2020," kata Calvin dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham sektor properti berhasil bangkit dari posisi terburuknya pada akhir April lalu, di level 286. Sebelumnya, kinerja saham sektor properti dan konstruksi turun drastis dari posisi 503 pada awal 2020.

Berdasarkan hal ini, Managing Director PT Satu Global Investama Wiratama Adhitya optimis bahwa tiga perusahaan properti yang sudah digadang-gadang untuk melantai di bursa tahun 2020 akan tetap berjalan.

Dia mengatakan, saat ini perusahaan terus menyiapkan seluruh proses administrasi atas rencana penawaran umum perdana ketiga perusahaan properti tersebut.

Mengenai nama perusahaan properti yang akan melantai di bursa tahun 2020 ini, Wiratama belum mau membuka nama ketiga perusahaan ini ke publik. "Tetapi intinya ketiga perusahaan properti ini telah membuat target nominal raihan dana segar hingga Rp30 miliar saat IPO," ungkap Wiratama.

Ketiga perusahaan yang akan melantai di bursa ini mempuyai fundamental yang solid. Selain proyek yang masih berjalan, ketiga perusahaan properti itu juga sudah mempunyai landbank untuk pengembangan proyek ke depan.

Dia juga memaparkan, ketiga perusahaan tersebut berencana menggunakan dana hasil IPO tersebut sebagai tambahan untuk ekspansi usaha, pembelian lahan (landbank), serta akusisi proyek. kbc10

Bagikan artikel ini: