Pemerintah pastikan tarif listrik 13 pelanggan non subsidi tetap hingga akhir 2020

Rabu, 1 Juli 2020 | 16:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin tetap mempertahankan tarif listrik bagi 13 pelanggan non subsidi hingga akhir 2020. Tarif tenaga listrik tetap seperti yang berlaku sejak 2017. 

Begitupun bagi 25 golongan pelanggan bersubsidi, tarifnya tidak mengalami perubahan.Menurut Rida mengatakan pemerintah ingin menjamin agar masyarakat tidak terbebani di masa pandemi Covid-19. 

"Kami perlu tekankan pemerintah tidak mengambil keputusan untuk menaikkan tarif tenaga listrik hingga akhir tahun ini," ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM  Rida Mulyanda di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Rida mengatakan, apabila ada kenaikan tagihan yang dirasakan pelanggan, maka hal tersebut bukan karena adanya adanya kenaikan tarif, melainkan merupakan dampak dari naiknya konsumsi listrik masyarakat di tengan pandemi. Dia menyebut banyaknya aktivitas yang dilakukan dari rumah membuat penggunaan listrik meningkat.

"Kalaupun ada apa-apa misalnya ada kenaikan tagihan bulanan, itu semata-mata hanya karena ada kenaikan pemakaian," jelas Rida.

Tarif listrik pelanggan non subsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 hingga 5.500 VA, pelanggan bisnis daya 6.600 hingga 200 kVA, pelanggan pemerintah daya 6.600 hingga 200 kVA ke atas, dan penerangan jalan umum, tarifnya tetap sebesar Rp 1.467/kWh. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-Rumah Tangga Mampu (RTM), tarifnya tetap sebesar Rp 1.352/kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya di atas 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya sebesar Rp 1.115/kWh. Sementara bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan industri daya lebih besar sama dengan 30 ribu kVA ke atas tarifnya juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 997/kWh.

Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan. Untuk 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya untuk aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Bahkan pemerintah memberikan perlindungan sosial atas dampak covid-19 melalui pemberian diskon tarif tenaga listrik untuk rumah tangga 450 VA dan 900 VA, serta pelanggan bisnis 450 VA dan industri 450 VA.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020. Terdapat empat indikator makro ekonomi dalam menetapkan tarif tenaga listrik (tariff adjustment) setiap tiga bulan, yaitu kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Patokan Batubara (HPB).kbc11

Bagikan artikel ini: