Hikmah pandemi, Rina kewalahan layani pesanan susu segar

Rabu, 1 Juli 2020 | 07:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Memasuki tatanan normal baru membuat masyarakat pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dan menjaga imunitas tubuh . Salah satunya dengan mengkonsumsi susu sapi segar dan produk olahannya.

Produk dari usaha peternakan sapi perah rakyat ini mengalami kenaikan permintaan pesat. Bukan hanya dari pelanggan individu rumah tangga tapi juga kebutuhan karyawan di perusahaan/pabrik. Seperti diakui Rina Rosdinawati yang menahkodai Sentra Susu Cipagera, Cimahi, Jawa Barat mengaku harus menolak pesanan.

"Saya sampai menolak order karena odernya terlalu besar. Ada dua pabrik di Purwakarta," ujar Rina ketika dihubungi kabarbisnis.com di Jakata, Selasa (30/6/2020).

Rina yang awalnya berprofesi sebagai penyuluh tenaga harian lepas pertanian mengaku kemampuan memasok produk susu sapi segar tidak melebihi 1.500 cup per hari . Menurut hitungannya apabila harus memenuhi semua permintaan maka pihaknya harus menyediakan pasokan produk susu sapi segar tidak kurang dari 2.500 cup hari.

Padahal untuk kondisi saat ini , Rina memperoleh dari pasokan dari koperasi yang bermitra dengan lima peternak sapi perah di Cimahi, Jawa Barat.Kapasitas fasilitas pengolahan yang mendapat bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM ini mampu menghasilkan susu pasteurisasi sehingga tidak merusak mirkonutrisi dan zat gizi pada susu.

"Bisa saja kita tingkatkan produksi sampai 2.500 cup susu segar sehari tapi perlu investasi sarana pengolahan lebih besar.Untuk memasok susu segar buat karyawan di kawasan industri Cikampek yang sudah menerapkan ISO 9.000 menuntut persyaratan wajib label dari BPOM. Kita baru mengurusnya. Kita sudah mengantongi izin edar PIRT dan halal dari MUI," terang Rina.

Berkaitan pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) sebut Rina , awalnya sempat menurunkan 20% dari omset usahanya. "Ada pelanggan dari sebuah perusahaan di Cimahi yang tutup tapi ada juga yang melakukan work from office," ujanya.

Melihat hal ini, Rina pun menyiasati dengan menggencarkan diversifikasi produk susu segar diantaranya kefir (susu fermentasi). Produk yang kaya kandungan priobitok ini lebih dari yogurt ini sudah santer banyak memiliki beragam manfaat seperti memperkuat fungsi pernafasan, mencegah infeksi, meningkatkan kesehatan tulang, menormalisasikan pencernaan hingga diyakini mencegah kanker.

"Satu hari kita bisa menghasilkan 200 cup susu kefir," terang Rina yang merekut ibu-ibu di desa Cipagera dalam wadah Kelompok Peternak Sapi Perah dan Olahan Susu.

Selain kefir, Rina juga bersama ibu-ibu rumah tangga juga memproduksi yoghurt sebanyak 200 botol seminggu, permen karamel 12 kg per minggu juga kerupuk susu yang dijual berdasarkan pesanan. Selain produk pangan, ada juga produk olahan non pangan yakni sabun susu yang berkhasiat menghaluskan kulit dan telah dipasarkan di Jakarta dan Lampung. "Semua dilakukan dasar kekompakan ibu-ibu," tukasnya.

Cara pemasaran melalui media sosial seperti facebook dan instagram ,diakui Rina ternyata ampuh menjaring pelanggan baru. Mereka langsung datang ke lokasi Gerai Olahan Susu sekaligus menjadi sarana edukasi bahwa produk susu yang memenuhi persyaratan teknis sehingga layak dikonsumsi

"Saya juga sudah jual memasarkan lewat marketplace sejak tiga tahun lalu tapi gak ada respon. Mungkin saya terlalu sibuk di gerai jadi tidak rajin melihat respon dari calon pelanggan," kata Rina.

Dengan nada diplomatis Rina , semua upaya mempertahankan usaha peternakan susu segar dan produk olahannya semata mata untuk menghidupkan perekonomian di desanya sekaligus memperbaiki pendapatan peternak sapi perah.

Rina pun meraup peningkatan omset dari usaha sapi segarnya naik menjadi Rp 37 juta per bulan dibandingkan sebelum situasi pandemi sebesar Rp 26 juta. Hitungan nominal sebesar itu belum termasuk memperhitungkan produk susu olahan bersama rekan-rekannya.

Kesuksesan Rina menjadi wirausaha muda ini bermula dari keprihatinannya dari rendahnya harga susu peternak sapi perah yang berkisar Rp 4.500-Rp 4.700 per liter. Sementara, harga pakan dan biaya operasi sapi perah yang kian meningkat.

"Kalau sekarang harga susu sudah diatas Rp 5.500 per liter.Susu sapi dari peternak pasti dibeli.Apalagi saat pandemi covid 19 seperti ini. Hanya perlu diperbaiki kualitas produksinya dan dukungan pasar," tutupnya.kbc11

Bagikan artikel ini: