Kapan Joget Lagi? Yuk, ikut bahas new normal bisnis pertunjukan di webinar ini

Senin, 29 Juni 2020 | 12:10 WIB ET

SURABAYA - Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memukul hampir semua sektor perekonomian. Salah satu sektor yang paling terpukul di masa pandemi ini adalah ekosistem bisnis pertunjukan.

Media kabarbisnis.com berkolaborasi dengan KADIN Surabaya dan Surabaya Creative Network bakal menggelar webinar yang mengupas tuntas kondisi ekosistem bisnis bisnis pertunjukan di masa pandemi dan bagaimana gambaran bisnis pertunjukan di era new normal ke depan.

Webinar bakal digelar Kamis, 2 Juli 2020, pukul 13.00 - 14.30 WIB. Pembicara yang akan hadir Tb. Fiki Satari, S.E., M.M. (Ketua Indonesia Creative Cities Network, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia), Hafshoh Mubarak (Wakil Ketua Bidang Industri Kreatif dan Start Up Kadin Surabaya), dan Jhagad Mahaghita Swara (Pelaku Industri Kreatif, Vokalis Mahaghita Band). Ahmed Tessario (Ketua Komisi Tetap Coworking Space Kadin Surabaya) akan menjadi moderator webinar tersebut.

”Peserta bisa mendaftar di tautan https://bit.ly/webinarkadin4,” ujar Direktur kabarbisnis.com Agitya Kamalalya.

Agitya mengatakan, ekosistem bisnis pertunjukan menarik dibahas mengingat besarnya dampak pandemi ke bisnis tersebut. Berdasarkan data Koalisi Seni, tercatat sekitar 40.081 pelaku pertunjukan tergerus Covid-19 akibat pembatalan berbagai pertunjukan dan festival. Daerah-daerah episentrum pekerja seni mayoritas didominasi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Koalisi Seni juga menyebutkan jumlah acara yang dibatalkan akibat efek Corona cukup signifikan. Disebutkan sepuluh proses produksi dan rilis film tertunda, begitu pula 40 konser, tur, dan festival musik; delapan pameran pada museum seni rupa; tiga pertunjukan tari; serta sembilan pentas teater, pantomim, dan boneka.

”Industri serupa di seluruh dunia juga terdampak. Musisi Inggris misalnya, mengalami kerugian £ 13,9 juta atau setara Rp 247 miliar akibat pandemi. Di Australia, pembatalan konser musik menimbulkan kerugian USD 200 juta. Di AS, pembatalan acara seperti SXSW, Coachella, konser Pearl Jam dan Madonna menimbulkan kerugian USD 26 miliar. Pembatalan tur BTS, Avril Lavigne, Green Day, Mariah Carey, Slipknot dan berbagai musisi lain menyebabkan kerugian USD 54 miliar,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Agitya, webinar ini hadir untuk mencari solusi, berbagi pengalaman, tentang bagaimana masa depan bisnis pertunjukan; sekaligus ajang menuangkan gagasan tentang skema new normal untuk sektor bisnis tersebut ke depan.

”Pasti seru dan penuh insight karena pembicaranya memang praktisi di ekosistem bisnis pertunjukan. Akan dibahas berbagai inovasi untuk melewati tantangan di era new normal. Diharapkan seluruh pelaku usaha bisa saling berbagi untuk mendapat insight guna mengambil langkah-langkah antisipatif agar tetap eksis di tengah situasi sulit saat ini,” pungkas Agitya. kbc9

Bagikan artikel ini: