Dorong digitalisasi hasil peternakan, Kementan rangkul Tani Hub

Minggu, 28 Juni 2020 | 17:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Peternakan  dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan terus berupaya memberikan akses mudah untuk para pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19 dalam memasarkan hasil ternaknya. Salah satunya lewat kerja sama dengan melakukan MoU dengan perusahaan e-commerce PT. Tani Hub Indonesia dalam upaya pengembangan pemasaran hasil peternakan berbasis digital.

Sebelum dengan PT Tani Hub Indonesia, Ditjen PKH juga melakukan kerja sama dengan beberapa marketplace pada 14 April 2020, salah satunya adalah Tokopedia.Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita mengatakan kemajuan teknologi informasi tersebut harus dimanfaatkan dalam memberi peluang yang besar bagi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah bidang peternakan untuk pengembangan akses dan jaringan pemasaran yang lebih efisien dan dapat diakses oleh siapapun berbasis digital.

"Peluang ini harus dimanfaatkan oleh seluruh pelaku usaha peternakan. Di samping itu, perbaikan kualitas produk dan pelayanan tentu menjadi hal utama dalam persaingan pasar online tersebut," ujar Ketut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Sebagai catatan, pertumbuhan e-commerce di Indonesia cukup tinggi, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada tahun 2019, pertumbuhan e-commerce mencapai 59% dan masuk dalam 10 besar negara pertumbuhan tinggi di dunia. Ditambah, pemakaian internet di Indonesia juga mencapai 82 juta orang, dan menempati peringkat 8 di dunia.

Dengan rincian 80% di antaranya adalah usia 15-19 tahun atau generasi millennial. Tercatat transaksi e-commerce menurut Bank Indonesia mencapai Rp 11 triliun sampai Rp 13 triliun pada tahun 2019. Pada masa pandemi covid-19 ini juga dilaporkan terdapat indikasi belanja secara online yang meningkat sampai 3 kali lipat, terutama untuk kebutuhan bahan pangan termasuk hasil peternakan berupa daging, telur, susu dan produk olahannya.

“Memperhatikan begitu besarnya potensi pasar digital untuk domestik dan ekspor, serta memberikan kemudahan akses bagi konsumen, maka Ditjen PKH mendorong para pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi digital untuk memasarkan produknya," ujar I Ketut.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani, menyampaikan pihaknya menggelar Rapat koordinasi Pengembangan Pemasaran Hasil Peternakan dengan PT. Tani Hub Indonesia. Fini Murfiani menyebutkan para pelaku usaha yang hadir dalam pertemuan koordinasi ini terlihat antusias untuk bekerja sama dengan Tani Hub.

Kerja sama tersebut di antaranya dengan peternak puyuh di Sukabumi, peternak kambing perah di Yogyakarta, juragan ayam serta eksportir telur asin. Seperti diketahui, PT. Tani Hub Indonesia adalah sebuah startup Agritech yang didesain sebagai ekosistem terintegrasi untuk pertanian.

PT. Tani Hub Indonesia membawahi tiga unit bisnis, di antaranya Tani Hub sebagai platform awal mereka di bidang marketplace. Lalu ada di platform fintech dengan Tani Fund melalui layanan pembiayaan dengan peer-to-peer lending bidang pertanian serta ada Tani Supply yang khusus nenangani rantai pasok Pertanian dan peternakan. Salah satu isu yang didiskusikan pada pertemuan tersebut adalah aspek pembiayaan.

Head of Trade Procurement Tani Hub Abednego menerangkan untuk menjamin kelancaran pemasaran produk dan usaha pertanian dan peternakan, PT. Tani Hub Indonesia menyediakan layanan pembiayaan investasi dan pengembangan usaha kepada petani dan peternak melalui platform Tani Fund.

Pembiayaan ini diberikan kepada petani atau peternak yang sudah melakukan pemasaran sebagai mitra di Tani Hub dan ingin meningkatkan skala usahanya. Selanjutnya akan menjalani visibility study. Abednego juga menjelaskan hingga saat ini, setiap Tani Hub melaksanakan pembelian kepada petani atau peternak, selanjutnya 1TaniHub melakukan grading, packaging sampai pemasaran.

Untuk mekanisme pembayaran kepada mitra, umumnya disepakati bersama dengan rata-rata 7-14 hari kerja. “Sejauh ini terdapat 200 ribu user yang terdaftar di Tani Hub dan terus bertambah setiap waktunya serta telah menyerap lebih dari 3.000 ton produk peternakan yakni unggas dan telur," tutup Abednego. Kbc11

Bagikan artikel ini: