Waduh! Lebih dari 2 juta restoran di seluruh dunia nyaris bangkrut

Rabu, 24 Juni 2020 | 12:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah memporak porandakan seluruh sektor ekonomi global, termasuk sektor industri kafe dan restoran. Bahkan saat ini, dunia tengah berada di jalur perubahan radikal dari segi lanskap layanan makanannya.

Berdasarkan catatan kantor konsultan Aaron Allen & Associates, ratusan restoran di seluruh dunia telah mengajukan kebangkrutan selama tiga bulan terakhir, dan situasinya siap untuk terus memburuk.

"Berdasarkan perkiraan kami, sekitar 10% dari semua restoran di seluruh dunia akan tutup, dengan 20% atau lebih juga akan melalui proses restrukturisasi, ini adalah kasus yang konservatif, dalam pandangan kami," kata pendiri perusahaan, Aaron Allen, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/6/2020).

Allen memperkirakan saat ini ada sekitar 22 juta restoran di seluruh dunia, sehingga proyeksi menyiratkan bahwa 2,2 juta di antaranya akan ditutup. Di AS, industri ini mempekerjakan 15,6 juta orang, menurut data National Restaurant Association.

OpenTable, aplikasi yang melacak aktivitas restoran melalui pemesanan, memperkirakan tingkat kegagalan bisa lebih tinggi.

Bahkan sebelum pandemi global menyebabkan perubahan dramatis dan perilaku konsumen yang belum pernah terjadi sebelumnya, industri restoran menderita karena meningkatnya utang dan terlalu banyak kompetisi.

Rantai restoran seperti TGI Fridays dan Cousins Subs tidak akan membuka kembali sejumlah lokasi yang ditutup, dan pemegang waralaba rantai besar juga semakin merasakan tekanan.

Para pemilik restoran dan kelompok lobi mengeluhkan bahwa program bantuan pemerintah AS tidak menjawab kebutuhan nyata pemilik restoran yang dihadapi dengan rendahnya pemesanan.

Pembatasan sosial turut menghambat pemasukan apalagi kebutuhan mereka tidak hanya sekadar untuk membayar gaji para pekerja.

Untuk saat ini, restoran berusaha menemukan cara baru untuk bertahan hidup, mulai dari diskon dan layanan drive thru, hingga penjualan bahan makanan siap saji. Banyak juga yang mengurangi staf dan memangkas menu untuk mengurangi biaya. kbc10

Bagikan artikel ini: