RI berpotensi jadi tujuan relokasi 40 perusahaan dari China

Rabu, 24 Juni 2020 | 10:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut ada sekitar 40 perusahaan asing yang berpotensi menanamkan investasinya di Indonesia.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, peluang itu merupakan relokasi investasi China yang berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Untuk itu, internal BKPM telah membuat satuan tugas (Satgas) untuk menogesiasi langsung agar dana investor tersebut bisa mengalir ke dalam negeri.

Dari 40 perusahaan ini di antaranya bergerak di sektor manufaktur, energi, dan lain-lain. Bahlil menyampaikan di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) berdampak sistemik, masif, dan terstruktur terhadap ekonomi berbagai negara, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di China mengambil langkah keluar dari negeri tirai bambu tersebut. 

Peluang inilah yang dirasa perlu dimanfaatkan oleh BKPM dan pemerintah. Kendati demikian, kendala BKPM adalah terkait anggaran. Sebab, dalam upaya jemput bola itu, BKPM membutuhkan modal anggaran sebesar Rp 120 miliar. Dus, dari total 40 perusahaan, anggaran masing-masing sebesar Rp 3 miliar.

“Jadi yang Rp 3 miliar ini yang kita hunting nanti bukan 40 perusahaan, tetapi lebih dari itu bisa sampai dengan 300 perusahaan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) BKPM dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (23/6/2020).

Bahlil curhat, anggaran yang minim telah menghambat pendekatan BKPM dengan sejumlah investor asing. “Pantesan kalau negosiasi dengan negara-negara lain ini juga tidak ada kesepakatan, karena mereka juga malas. Untuk negosiasi dengan negara lain harus marketing intelligent, harus jalan dulu melihat apa kelebihan dan kelemahan di sana. Kemudian negara kita mau bawa apa,” ujar Bahlil. 

Untuk itu, Bahlil menyampaikan pihaknya bersama dengan pemerintah segera menyiapkan insentif khusus bagi investor asing. Ini untuk merealisasikan 40 relokasi investor asing dari China. Dari sisi lokasi industri, selain di Jawa Barat, pihaknya dan pemerintah akan membangun kawasan industri di Madiun Jawa Tengah. 

Sebagai informasi, data BKPM menunjukkan pencapaian realisasi investasi kuartal I-2020 sebesar Rp 210,7 triliun, tumbuh 8 persen year on year (yoy) dibanding kuartal I-2019 senilai Rp 193,9 triliun. Bahkan dibandingkan kuartal IV-2019 tumbuh 1,2 persen.

Adapun untuk realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang Januari-Maret 2020 sebesar Rp 98 triliun, anjlok 7 persen secara tahunan di mana pada Januari-Maret 2019 mampu mencatatkan investasi senilai Rp 107,9 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: