Duh! Pertumbuhan ekonomi RI kuartal II ditaksir minus 3,1 persen

Selasa, 16 Juni 2020 | 17:45 WIB ET
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi bakal mengalami kontraksi pada kuaratal II. Bahkan, menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi hingga -3,1% pada kuartal II/2020.

Kontraksi itu dipicu oleh penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah kota di Indonesia pada kuartal II/2020. 

"Dengan pertumbuhan yang sangar berat, ini akan menjadi menantang. Maka pertumbuhan ekonomi jelas sangat terpengaruh, kuartal I banyak negatif, kuartal II juga negatif, dan kuartal III bisa jadi pemulihan atau tekanan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Dia melanjutkan, proyeksi negatif ini telah dirilis oleh berbagai lembaga ekonomi dan keuangan dunia, di mana kisarannya antara -3 persen sampai -6%.

"Ini risiko yg harus dihadapi karena di seluruh dunia melakukan berbagai proyeksi," katanya.

Dia meyakini, ekonomi Indonesia pada kuartal III dan kuartal IV akan kembali membaik. Ada pun proyeksi ekonomi secara keseluruhan tahun ini tergantung realisasi pertumbuhan pada kuartal III, akankah lebih baik dibanding kuartal II.

"Pertumbuhan ekonomi (tahun ini) akan sangat ditentukan di kuartal III," imbuhnya. kbc10

Bagikan artikel ini: