Masih tutup rute ke China dan Timteng, Garuda terbangi kawasan ini dgn frekuensi 60 persen

Selasa, 16 Juni 2020 | 11:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah mengizinkan maskapai penerbangan untuk kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan dan persyaratan ketat bagi penumpang.

Maskapai Garuda Indonesia pun belum membuka seluruh rute penerbangan internasional. Hingga Senin (15/6/2020), untuk rute internasional di region MEA (Middle East) dan China maskapai pelat merah ini masih melakukan penutupan.

Sementara itu, di region lain seperti SWP (South West Pacific/Australia), JPK (Jepang Korea), EUR (Eropa) dan ASA (Asia) masih diberlakukan pengurangan frekuensi sebesar 60-80 persen dari total frekuensi normal.

“Pengurangan frekuensi ini bersifat fluktuatif tiap harinya dimana disesuaikan dengan demand dan perkembangan kondisi di negara ataupun daerah tersebut,” demikian bunyi keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Garuda Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6/2020).

Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, perseron tersebut mengalami penurunan dari sisi produksi. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa provinsi/daerah serta negara lainnya.

Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan Garuda Indonesia di kondisi buruk seperti ini, ada beberapa rencana strategis baik dari sisi keuangan dan operasional yang telah disiapkan.

Adapun rencana yang akan dilakukan manajemen Garuda Indonesia dari aspek keuangan diantaranya, yakni akan melakukan negosiasi dengan lessor untuk penundaan pembayaran sewa pesawat (lease holiday). Lalu, Memperpanjang masa sewa pesawat untuk mengurangi biaya sewa per bulan

Kemudian, dari segi operasional manajemen akan melakukan optimalisasi frekuensi dan kapasitas penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional

Selanjutnya, mengoptimalkan layanan kargo dan aktif mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya yang terkait dengan penanganan Covid-19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, alat kesehatan. kbc10

Bagikan artikel ini: