Acer tawarkan alat deteksi suhu tubuh tanpa antre

Senin, 15 Juni 2020 | 22:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Memasuki era new normal, dan diperlonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah kota, yang mengharuskan pelaku usaha, pengelola area publik maupun institusi pendidikan perlu melakukan operasional mereka dengan protokol kesehatan lebih ketat. Pendeteksian suhu tubuh adalah salah satu kriteria wajib yang harus dilakukan.

Melihat peluang tersebut, perusahaan teknologi, Acer Indonesia, menawarkan produk inovasi terbarunya dengan menghadirkan Acer HeatFinder. Produk ini diklaim sebagai solusi teknologi mutakhir untuk membantu pencegahan penyebaran pandemi melalui teknologi deteksi suhu tubuh cepat tanpa antrean.

Solution Architect Acer Indonesia, Raymond Ang mengatakan, sehubungan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang masih harus terus dijalankan, menjalankan protokol kesehatan yang lebih ketat adalah sudah menjadi keharusan di era new normal ini.

"Acer sebagai penyedia solusi berbasiskan teknologi menawarkan HeatFinder untuk mempermudah pendeteksian suhu tubuh mudah, cepat, dan tanpa antrean untuk memastikan tidak terganggunya produktivitas," ujar Raymond dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020).

Raymond mengatakan, Acer HeatFinder merupakan eknologi yang mampu menjadi pemindai suhu tubuh cepat dan mudah, tanpa antrean, yang menjadi bagian paling penting dalam penerapan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

HeatFinder juga mampu melakukan pengukuran suhu tubuh pada obyek yang sedang bergerak dengan cakupan area dengan jarak tertentu.

Menurutnya, Acer HeatFinder dapat melakukan pemantauan beberapa obyek sekaligus. Di samping itu, HeatFinder juga dapat melakukan peringatan otomatis yang dapat diatur untuk objek dengan suhu tubuh di atas ambang normal.

Hasil pengukuran suhu tubuh dapat diamati dengan melalui tampilan video di mana data-data yang terekam dapat ditayangkan kembali untuk analisis lanjutan bila diperlukan.

Dengan bantuan perangkat lunak manajemen T-Guard, pengguna bisa mendeteksi kejadian-kejadian secara lebih cepat dan melakukan prediksi potensi risiko lebih cepat, mudah dan akurat.kbc11

Bagikan artikel ini: