kabarbisnis.com dan Kadin Surabaya gelar webinar `perempuan bukan konco wingking di masa pandemi`, yuk ikutan!

Senin, 15 Juni 2020 | 17:03 WIB ET

 SURABAYA – Media kabarbisnis.com berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya kembali menggelar webinar. Kali ini, tema yang diusung adalah ”Bukan Konco Wingking: Peran Perempuan Menjaga Ekonomi di Masa Pandemi”. Webinar ini bakal digelar Jumat, 19 Juni 2020, pukul 15.00-16.30 WIB.

Ada tiga perempuan keren yang bakal jadi pembicara. Yaitu Dellie Threesyadinda (Atlet Wanita Berprestasi, Pengusaha Perempua), Juliana Evawati (Anggota DPRD Surabaya, Pengusaha Perempuan), dan Margaret Srijaya (Pengusaha Perempuan, Owner womanpreneur.id).

”Tema soal peran perempuan ini sengaja diangkat karena selama ini banyak yang menyepelekan. Padahal, perempuan berperan penting menjaga ekonomi, termasuk ketahanan ekonomi keluarga, di masa pandemi ini,” ujar Agitya Kamalalya, direktur kabarbisnis.com.

Agitya mengatakan. kalangan perempuan disebut oleh para pakar sebagai salah satu korban pandemi Covid-19 yang cukup besar. Ketahanan ekonomi keluarga yang menurun karena dampak pandemi membuat kalangan perempuan tertekan. Stereotip hanya sebagai ”konco wingking” membuat peran perempuan seolah terpinggirkan, apalagi di masa pandemi saat ini.

Yang cukup mengkhawatirkan, pandemi Covid-19 yang diiringi dengan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat dan imbauan ”di rumah saja” membuat sebagian kalangan perempuan semakin depresi. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di banyak provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia untuk pencegahan penularan Covid-19 di sisi lain ternyata dinilai melanggengkan kekerasan terhadap perempuan. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pun terhambat penanganannya.

Bahkan, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebutkan, selama kurun 2 Maret - 25 April 2020, terdapat 275 kasus kekerasan yang dialami perempuan dewasa. Total korbannya mencapai 277 orang. Selain itu, terdapat 368 kasus kekerasan anak dengan korban sebanyak 470 anak. Ternyata, tak hanya Indonesia yang mengalami problem serupa. Kasus kekerasan terhadap perempuan juga meningkat di berbagai negara selama pandemi Covid-19. T

”Tekanan sosial-ekonomi, semakin sempitnya ruang mencari sumber nafkah, dan meningkatnya tingkat stress berkontribusi pada kenaikan jumlah kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

”Webinar ini hadir untuk mencari solusi, berbagi pengalaman, tentang bagaimana masa kaum perempuan berkiprah menggerakkan ekonomi di masa pandemi. Bukan hanya bermanfaat bagi ekonomi keluarga, kiprah perempuan juga terbukti mampu menjaga ekonomi masyarakat agar tak merosot terlalu dalam di masa pandemi ini,” imbuh Agitya.

Dia mengatakan, webinar tersebut akan membahas strategi kaum perempuan yang bisa dilakukan untuk melewati masa sulit. ”Dengan webinar ini, kaum perempuan bisa mendapat insight guna mengambil langkah-langkah antisipatif agar tetap eksis di tengah situasi sulit saat ini,” ujarnya.

Kemudian, akan ada pembahasan strategi menjaga ketahanan ekonomi keluarga di masa pandemi.

 ”Juga yang pasti ada bahasan tentang gagasan bagaimana skema bisnis di era new normal, termasuk bagi kaum perempuan. Sehingga para pengusaha perempuan bisa mengambil inspirasi dan pelajaran berharga untuk mengarungi perjalanan bisnis di masa depan,” pungkas Agitya. kbc8

Bagikan artikel ini: