Iuran naik, 2,3 juta peserta BPJS Kesehatan pilih turun kelas

Jum'at, 12 Juni 2020 | 10:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tren penurunan kelas pada Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri tak bisa dihindari. Hal ini menyusul adanya kenaikan tarif iuran mulai 1 Juli 2020 mendatang.

Jumlah peserta yang memilih untuk turun kelas ini selama periode Desember 2019 hingga Mei 2020.

Namun demikian, jumlah penurunan peserta tersebut menurutnya tidak sebesar yang kerap diberitakan. Meski begitu, jumlah persentase penurunan kelas PBPU lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Dari data yang kami dapatkan bahwa tren peserta turun kelas sekitar 7,54 persen. Jadi tidak seperti yang diberitakan bisa sampai 50 persen,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (11/6/2020).

Tren penurunan kelas peserta tersebut diakibatkan oleh kenaikan tarif iuran pada 1 Juli mendatang, sesuai dengan aturan yang terdapat dalam Perpres Nomor 64 tahun 2020.

Adapun dalam paparannya Fachmi menjelaskan, jumlah peserta PBPU per Mei 2020 terdapat 30,68 juta peserta.

Dengan tren penurunan sebesar 7,54 persen maka hingga akhir tahun terdapat 2,3 juta peserta yang berpotensi turun kelas baik dari kelas I menjadi kelas II, ataupun dari kelas II menjadi kelas III.

Proyeksi penurunan tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi peserta mandiri yang turun kelas hingga akhir 2019 yang sebesar 3,41 persen atau 1,03 juta orang dari total jumlah peserta mandiri yang mencapai 30,34 juta orang.

Adapun realisasi hingga akhir Mei 2020, sebanyak sebanyak 40.350 peserta mandiri sudah turun kelas.

Rinciannya, 9.331 peserta turun dari kelas I ke II, 11.738 peserta turun dari kelas I ke III, dan 38.383 peserta turun dari kelas II ke III.

Jika dipersentasekan, jumlah peserta yang turun kelas di Mei 2020 itu sekitar 0,16 persen dari total jumlah peserta PBPU.

Meski demikian, tahun ini juga diproyeksi bakal ada kenaikan kelas oleh peserta mandiri meski persentasenya hanya 0,54 persen atau sekitar 165.672 peserta.

Jumlah tersebut lebih banyak dari realisasi peserta yang naik kelas tahun lalu, yang hanya 2.250 peserta atau 0,01 persen.

“Kemudian terjadi perubahan naik kelas, tergantung behaviour, tren dari kelas II naik kelas I, dari kelas III ke kelas I dari kelas III ke II naik 0,54 persen,” tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: