Tangani keluhan pelanggan, PLN Jatim dirikan 130 posko dan 114 layanan WA

Kamis, 11 Juni 2020 | 12:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah mengeluarkan skema perlindungan untuk pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan minimal 20 persen pada bulan Juni 2020, PLN juga telah memfasilitasi 130 posko pengaduan yang tersebar di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) maupun Unit Layanan Pelanggan (ULP) serta 114 nomor layanan whatsapp di seluruh Jawa Timur.

Senior Manager General Affairs, A Rasyid Naja PLN Unit Induk Distribusi Jatim mengatakan bahwa posko pengaduan ini bertujuan untuk menangani keluhan dan komplain pelanggan yang merasa mengalami kenaikan tagihan listrik.

"Fungsi dari 130 posko pengaduan adalah menerima pelanggan secara langsung

dengan menggunakan protokol keamanan Covid-19, dan memberikan informasi serta penjelasan mengenai keluhan tagihan listrik pelanggan. 114 nomor layanan whatsapp juga telah kami siapkan, agar petugas di setiap Unit Layanan Pelanggan dapat memberikan respon secara langsung kepada pelanggan. Nomor pengaduan whatsapp tersebut akan diterima langsung oleh petugas yang bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan," jelas Rasyid Baja di Surabaya, Rabu (10/6/2020) malam.

Dengan adanya layanan inidiharapkan akan dapat mempercepat proses pelayanan pengaduan, dan pelanggan dapat segera mendapatkan informasi dan penyelesaian atas keluhan yang disampaikan. Pelanggan diharapkan dapat menyiapkan ID pelanggan, angka stand KWh meter terbaru dan foto KWh meter untuk diberikan kepada petugas, sehingga pelayanan akan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Salah satu pelanggan UP3 Ponorogo, Ririn Partini (41) menyampaikan apresiasi

kepada petugas PLN atas kesigapannya menangani keluhannya dengan baik.

“Alhamdulillah setelah mendatangi kantor PLN saya jadi paham dengan skema yang telah dikeluarkan, untuk tarif listrik memang tidak ada perubahan. Namun dikarenakan tagihan april dan mei dikenakan rata-rata sehingga tagihan riil baru ditagihkan di bulan Juni. Hal tersebut yang mengakibatkan tagihan listrik bulan Juni saya jadi lebih tinggi jika dibanding April dan Mei,” terangnya

Hal serupa juga disampaikan Anton B (29) pelanggan ULP Kraksaan. Awalnya ia berpikir tarif listrik mengalami kenaikan. Setelah dijelaskan oleh petugas PLN, ternyata bukan tarifnya yang naik, melainkan pemakaian yang naik dikarenakan aktivitas yang lebih sering di rumah daripada biasanya.

"Terimakasih PLN atas penjelasannya sekarang saya sudah mengerti dan akan kami sebarluaskan ke tetangga dan saudara yang mengalami hal sama,” tambah Tarmin.

A Rasyid Naja menyampaikan PLN telah menyiapkan skema perlindungan bagi pelanggan yang mengalamin kenaikan tagihan listrik minimal 20 persen, yakni dengan memberikan keringanan metode pembayaran dimana nominal kenaikan tersebut bisa dibayar sebesar 40 persen di bulan ini dan sisanya dibagi rata-rata (masing-masing 20 persen) dalam tagihan 3 bulan kedepan (Juli, Agustus, September).

“Sehingga pelanggan yang merasa belum mendapat kemudahan ini, atau belum

memahami mengapa tiba-tiba terjadi kenaikan tagihan listrik dapat mendatangi posko pengaduan kami yang tersebar di seluruh Jawa Timur atau menghubungi hotline WhatsApp petugas kami. Pelanggan berhak untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai tagihan listrik masing-masing, dan kami siap serta terbuka untuk memberikan informasi melalui kedua saluran layanan tersebut sebaik mungkin kepada pelanggan.” pungkas Rasyid.

Layanan 130 posko pengaduan dan 114 nomor layanan whatsapp dibuka secara khusus untuk menfasilitasi pengaduan atas tagihan listrik bulan Juni 2020. Jika terdapat keluhan teknis atau kebutuhan informasi terkait layanan PLN lainnya, kanal pengaduan dan keluhan resmi PLN dapat dilakukan melalui Contact Center PLN 123 dan PLN Mobile. kbc6

Bagikan artikel ini: