Sambut new normal, pasar tradisional siapkan 4 strategi ini

Rabu, 10 Juni 2020 | 11:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di masa pandemi Covid-19 dan menuju masa new normal, PD Pasar Jaya bakal memfokuskan pada empat hal yakni Sumber Daya Manusianya (pedagang dan konsumen), operation system, penguatan pangan, dan manajemen rantai pasokan (Chain management).

“Inilah hal yang menjadi fokus kami ada empat hal yang saat ini kita gadang kan kita kuatkan, pertama pastinya people (SDM) nah ini berbicara bukan hanya pedagang kecil saja tetapi juga sampai ke titik level konsumen yang datang ke dalam pasar, dimana mereka harus tetap sehat, aman ketika mereka belanja di pasar,” kata Direktur Utama PD Pasar Jaya  Arief Nasrudin dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable sektor Ritel, Selasa (9/6/2020).

Arief menyebut hal itu juga dikarenakan pasar tradisional di Jakarta itu mencapai 1,5 juta trafik tiap harinya, menurutnya  tentu bukan angka yang kecil melainkan angka yang cukup mempengaruhi ekonomi yang ada di Jakarta, serta Jakarta menyumbang 27 persen dari total nasional untuk inflasi.

“Makanya kita benar-benar menjaga rantai pasoknya pasar sehingga bisa membuat masyarakat Jakarta bisa menjaga dan me-maintenance supply dan demand yang mempengaruhi inflasi secara nasional,” ungkapnya.

Kemudian, operation system atau operation model, sebelumnya Pasar Jaya sudah menerapkan digitalisasi mulai dari tahun 2017, namun dengan keadaan saat ini terpaksa didorong agar operation system akan berubah ke digital terus menerus dan peluang untuk menerapkan proses cashless semakin besar.

Lalu, Chain management, karena perputaran uang di Jakarta khususnya Pasar tradisional di Jakarta yang kemudian mulai akan berkurang, maka penerapan platform digital akan semakin didorong.

“Inilah new mapping kita untuk menguatkan agar inflasi di Jakarta bisa terkendali, sekali lagi memang kalau dari konteks pedagang kembali memang saya merasa perlu banyak perhatian dari kita semua baik halangan perusahaan,” ujarnya.

Bahkan Pasar Jaya pun sendiri sebagai entitas perusahaan Pemprov DKI Jakarta kepemilikannya 100 persen harus fokus mendampingi pedagang, agar mereka keluar dari inkubasi yang harus dilewati saat covid-19 ini, kalau tidak maka usaha kecil menengah yang ada di Jakarta pastinya akan mengalami sebuah konstruksi ekonomi yang luar biasa. kbc10

Bagikan artikel ini: