Bank Mandiri telah restrukturisasi kredit 404 ribu debitur senilai Rp99 triliun

Selasa, 9 Juni 2020 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri Tbk mencatat telah melakukan restrukturisasi untuk 404.000 debitur dengan baki debet Rp 99 triliun per 7 Juni 2020.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menjelaskan angka tersebut terdiri dari seluruh segmen tak hanya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Dari Rp 99 triliun segmen whole sale banking itu Rp 51,6 triliun sisanya Rp 47,3 triliun dari berbagai segmen seperti ritel, SME sampai KUR," kata Siddik dalam video conference, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, debitur yang berhak mendapatkan keringanan kredit ini adalah yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh bank.

Dan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 11/POJ.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical di tengah pandemi COVID-19, skema yang kami lakukan untuk melakukan restrukturisasi debitur antara lain penundaan angsuran pokok dan bunga (grace period), perpanjangan tenor, dan perubahan angsuran.

"Kami terus memonitor perkembangan perekonomian nasional maupun global untuk menentukan langkah-langkah berikutnya," kata dia.

Sampai dengan Maret 2020, Bank Mandiri masih mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh 9,44% dibanding Maret 2019 yang tercatat Rp7,23 triliun. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan berbasis biaya sebesar Rp7,74 triliun di Maret 2020, tumbuh 23,95% dibanding Maret 2019 yang sebesar Rp6,24 triliun.

Selain itu, kenaikan laba juga didorong oleh pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 14,20%, dari Rp790,5 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp902,7 triliun di Maret 2020, dengan NPL gross terjaga di level 2,36%.

Portofolio kredit di segmen wholesale (bank only) sampai dengan Maret 2020 mencapai Rp513 triliun atau tumbuh 17,92% YoY. Sementara pada segmen retail (bank only) sebesar Rp273,1 triliun, tumbuh 9,47% secara tahunan.

Bank Mandiri juga memiliki konsistensi dalam mengembangkan segmen UMKM. Kredit UMKM hingga Maret 2020 mencapai Rp 89,2 triliun, tumbuh 6,90% secara yoy, kepada lebih dari 929 ribu pelaku UMKM.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), selama tahun 2020 hingga Bulan Maret (YtD) , total KUR yang disalurkan mencapai Rp6,58 triliun, tumbuh 27,2% YoY dengan jumlah penerima sebanyak 79.060 debitur. kbc10

Bagikan artikel ini: