Sambut normal baru, PUPR dorong transaksi digital sektor perumahan

Jum'at, 5 Juni 2020 | 20:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak seluruh asosiasi pengembang dan pihak perbankan untuk melakukan digitalisasi pada transaksi bidang perumahan, khususnya di masa berbagai perubahan yang menjadi kelaziman baru atau new normal.

"Kita harus mulai siapkan instrumennya seperti penandatanganan virtual untuk transaksi akad perumahan. Untuk itu pengembang dan perbankan khususnya BTN harus bisa memfasilitasi hal tersebut," kata Menteri Basuki di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Selain penandatanganan virtual, dia juga berharap seluruh tahapan transaksi di bidang perumahan, mulai dari permohonan, pencarian rumah, hingga akad kredit dilakukan secara digital. Menurutnya di era pandemi Covid-19, pertemuan secara virtual lebih efektif dan menjamin dibanding harus hadir secara fisik.

Direktur Bank Tabungan Negara (BTN) Hirwandi Gafar menuturkan pihaknya telah menyiapkan virtual account bagi nasabah untuk transaksi perumahan, mulai dari akses cari properti hingga pengajuan kredit melalui situs resmi BTN Properti.

"Untuk wawancara nasabah kami juga sudah lakukan dengan virtual, namun yang masih menjadi hambatan adalah ketika transaksi akad kredit, pihak notaris masih ingin bertatap muka. Selanjutnya akan kami sampaikan untuk akad virtual saja," jelas Hirwandi.

Mengenai hal ini, Basuki menyebutkan Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang telah diluncurkan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Desember 2019 silam bisa menjadi solusi.Melalui aplikasi ponsel, pengguna akan terhubung dengan pihak pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan sistem host to host. Sementara untuk proses verifikasi, SiKasep akan terhubung ke Kementerian Dalam Negeri yang telah terkoneksi dengan data FLPP yang dikelola BLU PPDPP.

Selanjutnya bagi bank pelaksana, SiKasep diyakini memudahkan mengidentifikasi calon debitur yang akan mengajukan kredit telah memenuhi kriteria sebagai penerima subsidi dengan unit rumah yang telah dipilih. Sementara, bagi pengembang perumahan yang telah teregistrasi dapat berkontribusi dalam sistem dengan mengumpulkan data perumahan secara lengkap, baik yang sudah tersedia, sedang dibangun, maupun rencana pembangunan ke depannya.

Aplikasi tersebut, lanjut Basuki, tersebut diyakini akan memudahkan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah (MBR) dalam mencari dan menentukan rumah subsidi sesuai harapannya. Menteri Basuki berharap SiKasep dapat memenuhi kebutuhan pencarian rumah, khususnya bagi generasi milenial yang menginginkan kecepatan dan kemudahan informasi. kbc11

Bagikan artikel ini: