Destinasi wisata bersiap membuka diri: Dari penanda suhu tubuh turis hingga stiker new normal kafe-resto

Kamis, 4 Juni 2020 | 22:51 WIB ET

TATANAN hidup baru alias new normal mulai disiapkan untuk berbagai sektor, salah satunya di sektor pariwisata. Sebagai salah satu sektor penghasil devisa terbesar bagi Indonesia, anjloknya pariwisata memang membuat banyak dunia usaha kelimpungan. Tercatat, kinerja pariwisata di masa pandemi Covid-19 terjun bebas. Semua destinasi wisata ditutup. Jutaan orang yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata terdampak.

Pemerintah sudah menyiapkan skema new normal di destinasi wisata. Meski masih belum akan diputuskan kapan kembali dibuka, sejumlah persiapan terus digeber banyak pihak.

Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi & Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Iyung Masruroh, dalam sebuah forum online, Selasa (2/6/2020), mengatakan, Bali akan menjadi daerah wisata yang dibuka kali pertama di era new normal.

Bali telah disiapkan sebagai daerah wisata yang akan buka pertama kali. Artinya, Bali akan menjadi pilot project pembukaan destinasi di era new normal.

”Bali akan jadi yang daerah pertama yang disiapkan. Alasannya, di Pulau Bali tidak ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kurvanya juga melandai setelah diamati sekian lama," kata Iyung.

Kemenparekraf terus menjadlin koordinasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN yang mengelola sejumlah destinasi wisata di Pulau Bali. Kemenparekraf juga telah membicarakan langkah-langkah pembukaan Bali untuk memulai new normal pariwisata, yaitu dengan membuat prosedur operasional standar, membikin simulasi, sosialisasi ke masyarakat dan pelaku usaha.

Langkah persiapan juga dilakukan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), yang mengelola candi-candi bersejarah di Jawa Tengah. Sejumlah protokol kesehatan disiapkan.

"Pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan bagi seluruh pengunjung taman wisata di setiap pintu masuk dan masing-masing pengunjung akan diberi stiker penanda suhu tubuh," kata Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono.

Stiker penanda suhu tubuh ini terdiri tiga warna, yaitu untuk suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, akan diberikan stiker warha hijau dan boleh masuk ke kawasan taman wisata candi. Kemudian stiker warna kuning, untuk suhu tubuh 37,5 hingga 37,7 celcius, sedang yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat, diberikan striker warna merah

”Bagi yang berstiker merah, diarahkan ke klinik kesehatan dan akan mendapatkan treatment. Jika pengunjung tersebut datang sendiri, akan diarahkan untuk pulang, tetapi kalau bersama rombongan, maka wajib menunggu di klinik dan tidak diijinkan masuk ke kawasan taman wisata," katanya.

PT TWC juga akan menerapkan pembayaran sebagian loket secara nontunai.

"Protokol COVID-19 juga diterapkan di area pedagang, serta kami akan menyiapkan pelayanan kesehatan yang prima dengan tenaga dan ruang medis yang memadai," katanya.

Stiker "new normal"

Di Kabupaten Banyuwangi, salah satu daerah yang perkembangan wisatanya sangat pesat di Indonesia beberapa tahun terakhir, persiapan menyambut new normal juga dilakukan. Salah satu yang disiapkan adalah menyiapkan skema new normal untuk bisnis kuliner, mulai pasar kuliner, rumah makan, kafe, hingga restoran. Skema new normal itu dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Banyuwangi Nomor 440/1406/429.034/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Restoran/Kafe/Rumah Makan/Tempat Kuliner dalam Mewujudkan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari Covid-19 di Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, sosialisasi diperlukan agar ketika new normal diberlakukan, para pelaku kuliner telah siap. ”Karena kan butuh beberapa kelengkapan alat yang harus dimiliki, ada SOP-nya, makanya harus disosialisasikan dulu, harus disiapkan dulu,” ujar Anas.

Dia mengatakan, Banyuwangi dipilih Kementerian Pariwisata sebagai salah satu daerah yang disiapkan untuk pembukaan kembali destinasi wisata Indonesia guna menyambut new normal. ”Namun, untuk kapan waktunya, kami menunggu komando pemerintah pusat,” ujarnya.

Anas pun mulai mempersiapkan sejumlah skenario new normal bisnis kuliner yang mengatur pelaku usaha maupun pengunjungnya. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan ketat. ”Kita ingin aman dari Covid-19 sekaligus ingin produktif agar ekonomi masyarakat pulih,” ujarnya.

"Surat Edaran kami terbitkan dulu sebagai pedoman. Sebelum benar-benar diterapkan, kami sosialisasikan dulu secara masif, diikuti uji coba, simulasi-simulasi, agar memenuhi standar protokol kesehatan," kata Anas.

"Dengan aturan ini, kami ingin memastikan siapapun yang berkunjung ke Banyuwangi nantinya bisa tenang karena destinasi kulinernya sudah mengikuti protokol kesehatan. Dan ke depan protokol untuk destinasi wisata dan atraksi seni-budaya juga diterbitkan," imbuhnya.  

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda menjelaskan, pedoman tersebut mengatur kewajiban bagi pelaku usaha kuliner dan pengunjungnya.  Bagi pelaku usaha, di antaranya diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pemakaian masker dan face shield hingga pengaturan pysical distancing antar-pengunjung.

"Kami tidak menyarankan makanan prasmanan disajikan, daftar menu perlu dibuat digital jika memungkinkan, dan ruangan didisinfeksi rutin. Kami juga menyarankan transaksi nontunai," kata Bramuda.

Kepada pengunjung, juga diatur sejumlah ketentuan. Mulai pengunjung harus sehat, memakai masker, hingga wajib menjalankan protokol kesehatan.

"Sosialisasi akan kami gencarkan. Deadline-nya 14 Juni, para pelaku usaha kuliner harus memenuhi ketentuan tersebut. Ini demi kebaikan bersama. Bisnis berjalan, kesehatan diutamakan," jelasnya.

Bramuda melanjutkan, Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan bisnis kuliner. Tempat yang telah memenuhi ketentuan akan diberikan stiker “tanda kafe/restoran/rumah makan new normal”.

"Bagi mereka yang belum memenuhi ketentuan, atau di tengah pelaksanaannya melakukan pelanggaran, maka mereka akan dikenakan sanksi teguran hingga penutupan usaha," pungkasnya. kbc4/kbc5

Bagikan artikel ini: