Navigasi: Home > Umum > Hukum > Artikel
http://www.eastjavabiz.org/kadinv2/index.php
Jendela Informasi Kadin Jatim

Pabrik VCD/DVD bajakan digerebek

Rabu, 17 Februari 2010 | 17:17 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com : Rumah pavilion di perumahan elite Pantai Indah Kapuk Jakarta, yang disulap menjadi pabrik
VCD/DVD bajakan, digerebek polisi. Ribuan keping VCD/DVD ilegal disita, polisi juga menangkap 15 karyawan semuanya wanita serta seorang pengawas bernama Michael.

Pabrik cakram bajakan di Perumahan Johar Golf II no 3, Pantai Indah Kapuk Jakarta, setiap harinya mampu memproduksi 50.000 keping VCD/DVD bajakan terdiri lagu dan film.

Omset pabrik VCD/DVD bajakan ini mencapai Rp500 juta per bulan dan bisnis haram milik Heri warga keturunan sudah dijalankan hampir 1 tahun.

"Saya tidak tahu Heri tinggal dimana, rumah ini disewa Heri sejak September 2009 dan saya hanya diminta sebagai pengawas untuk karyawan yang bekerja disini," ungkap Michael, pengawas pabrik VCD/DVD bajakan di Jakarta, Rabu (17/2/10).

Dijelaskan, produksi VCD bajakan ini dilakukan dengan menggunakan CD-RW yang dipasang di CPU komputer. Sebuah CPU dipasangi sembilan hingga dua belas CD-RW.

Dalam rumah berlantai dua dengan empat kamar itu terdapat 103 CPU komputer berisi 12 CD writer yang berkapasitas produksi mencapai 50.000-100.000 keping perhari.

Distribusi VCD/DVD ilegal ini menggunakan Avanza hitam bernopol B 7393 JG dan Suzuki APV Putih dengan nomor polisi B 2922 RK. Dalam mobil APV itu polisi menemukan 40 ribu keping VCD yang telah siap dikirimkan ke Pasar Glodok yang sudah ada penerimanya atau agen.

Rata-rata karyawan wanita yang bekerja di pabrik VCD/DVD bajakan datang silih berganti, artinya jika sudah satu dua bulan bekerja langsung dipecat dan diganti dengan karyawan baru lagi. Tujuannya agar karyawan wanita itu tidak buka suara, kata Micahel.

Selain itu, sambung dia, rata-rata pekerja wanita mayoritas dari desa atau kampung sehingga mereka tidak terlalu banyak ngurusi kemana distribusinya, apakah legal atau illegal, siapa pemiliknya.

"Saya baru kerja belum sampai sebulan, jadi belum terima gaji. Saya nggak tahu kalau ini pabrik VCD/DVD bajakan, yang penting saya kerja cari uang," ucap Rianti polos.

Polisi menggunakan truk untuk mengangkut seluruh barang bukti berupa VCD bajakan, VCD kosong dan CPU-CPU yang digunakan untuk proses pembajakan itu. Juga untuk mengangkut karyawan wanita untuk dimintai keterangan di Mabes Polri.

"Sampai kini kami mencari informasi tentang indentitas Herry, dan kami masih memburunya," kata seorang petugas dari reserse Polri yang menolak disebut identitasnya. Kbc10






Berita Terkait
TRANSLATE THIS PAGE
kabarbisnis.com : Tentang Kami | Indeks Kabar | RSS
© Copyright 2009-2010 kabarbisnis.com, under management by PT. Airlangga Media Cakra Nusantara | Ketentuan Penggunaan