Navigasi: Home > Umum > CSR > Artikel
http://www.eastjavabiz.org/kadinv2/index.php
Jendela Informasi Kadin Jatim

CSR Tango peduli gizi anak Indonesia

Sabtu, 23 Januari 2010 | 18:51 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com : Masalah kekurangan gizi, gizi buruk yang menimpa anak-anak Indonesia di daerah pedalaman, daerah minus, di daerah terpencil masih menjadi persoalan klasik. Apalagi hingga kini, masalah itu belum tertangani dengan baik. Padahal, Indonesia adalah negara dengan sebutan gemah ripah loh jinawi atau kaya akan hasil alamnya.

Masalah lain, kondisi kehidupan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan masih tinggi, yang berdampak kurangnya pengetahuan orangtua tentang kesehatan yang baik dan hidup sehat. Padahal kekurangan gizi atau gizi buruk dapat menghambat tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menjelang Hari Gizi Nasional pada 25 Januari, Wafer Tango - produsen makanan bernutrisi ingin berbagi nutrisi yang layak bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di daerah terpencil, daerah kantong-kantong kemiskinan, daerah terpencil dan terbelenggu masalah kekurangan gizi.

Dengan meluncurkan program "Tango Peduli Gizi Anak Indonesia", sebuah bentuk program kepedulian Wafer Tango untuk anak-anak Indonesia yang menderita kekurangan gizi atau berpotensi mengalami kekurangan gizi. Bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang peduli terhadap kondisi kesehatan bocah-bocah di tanah air.

Untuk program ini, Tango fokus kepada dua daerah Kabupaten Nias dan Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingat banyak sekali anak di dua daerah ini memiliki gizi buruk. Sekitar 500 anak di Nias dan Ruteng menerima bantuan peningatan gizi.

Jumlah itu diluar pasien yang mendapatkan perawatan intensif dari Feeding Centre. Untuk Kabupaten Nias, bantuan PMT akan terbagi dalam tiga desa, yaitu Desa Sitolu Banua, Desa Baledano, dan Desa Sisarahili.

"Latar belakang kami mengadakan ini, karena tango sebagai snack bernutrisi merasa bertanggung jawab untuk membagikan anak-anak Indonesia lainnya yang kurang gizi," kata PR Manager OT Yuna Eka Kristina.

Tango sadar, sambung Yuna, hal ini tidak akan bisa maksimal apabila dilakukan sendiri. Karena itu, melalui program ini, wafer Tango ingin menginspirasi para konsumennya untuk saling berbagi. Dengan membeli tango varian apa saja, itu sudah ikut berpartisipasi. Semudah itu. Hasil dari penjualan Tango, akan disisihkan untuk program peduli gizi ini.

Jadi jika konsumen membeli Tango, maka konsumen tidak hanya dapat menikmati nutrisi yang di kandung oleh Tango, tetapi juga membantu anak-anak di luar sana untuk mendapatkan gizi yang lebih baik, tambahnya.

Program ini bekerjasama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) selaku pelaksana program di lapangan. Ada dua aktivitas besar yang akan dilakukan, yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan mendukung dana operasional Feeding Centre yang dikelola oleh OBI.

Pemberian Makanan Tambahan adalah program pemberian gizi yang akan ditujukan untuk anak-anak usia 5-12 tahun, setelah sebelumnya dilakukan survei data Antropometri (Berat Badan/BB; Tinggi Badan/ TB; Lingkar Lengan/LILA ), untuk memastikan kondisi gizi dan sebagai parameter evaluasi ke depannya.

Pada program PMT ini, anak- anak akan diberikan makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna serta wafer Tango sebagai pelengkap nutrisi. Sedangkan Feeding Centre diperuntukkan bagi anak gizi buruk yang membutuhkan perawatan intesif dari staf medis.

Di Feeding Centre, anak-anak harus menjalani rawat inap. Setiap hari perkembangan mereka akan dipantau oleh dokter spesialis anak. Pemberian makanan pun sangat diperhatikan. Jumlah kalori yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi anak tersebut. Juga orang tua si pasien pun mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kesehatan dan gizi bagi anak-anak mereka termasuk didalamnya pemberian gizi yang seimbang terhadap anak.

Melalui program ini, 500 anak Indonesia akan mendapatkan tambahan gizi. Angka tersebut diluar pasien yang mendapatkan perawatan intensif dari Feeding Center. Untuk Kabupaten Nias, bantuan PMT akan terbagi dalam 3 desa, yaitu Desa Sitolu Banua, Desa Baledano, dan Desa Sisarahili.

Untuk masing-masing desa kita bagi kepada 100 anak yang membutuhkan berdasarkan survei yang telah dilakukan terlebih dahulu. Sedangkan anak-anak yang terdeteksi memiliki status gizi sangat buruk sehingga membutuhkan tindak lanjut, dapat langsung mendapatkan perawatan intensif di fasilitas Feeding Center yang terdapat di Kabupaten Nias.

Dalam setahun, Feeding Center tersebut dapat menampung sekitar 72 anak yang mengalami gizi buruk hingga tingkat gizi sangat buruk. Program serupa juga akan dijalankan di daerah Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 200 anak di daerah tersebut, tepatnya di Desa Koko dan Desa Poka, jelasnya.

Seiring dengan diluncurkannya Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia ini, Tango pun meluncurkan website www.tangopeduligizi.com . Segala informasi mengenai Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia dapat dilihat disini.

“Di website ini kita akan menginformasikan kemajuan program. Konsumen juga dapat berinteraksi dengan anak- anak program. Dengan demikian Tango berharap dapat menciptakan ikatan emosional antara konsumen dengan anak-anak di Kabupaten Nias dan Nusa Tenggara Timur tesebut,” kata Yuna. Kbc10

Berita Terkait
    Tidak ada berita terkait
TRANSLATE THIS PAGE
kabarbisnis.com : Tentang Kami | Indeks Kabar | RSS
© Copyright 2009-2010 kabarbisnis.com, under management by PT. Airlangga Media Cakra Nusantara | Ketentuan Penggunaan