Update Terakhir: Jum'at, 18 Mei 2012 | 11:09 wib ET
http://www.kabarbisnis.com/ads/file/Management_Trainee_Advertisement.pdfhttp://www.youtube.com/watch?v=P43k6pgfpks
loading...
Kategori : Umum

Usai antrean, daging kurban diperdagangkan

Online:  Kamis, 18 November 2010 | 08:16 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ribuan warga Jakarta kelas bawah rela antre sejak Kamis (18/11/10) dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB, untuk mendapatkan 1 Kg daging kurban yang dibagikan tamir Masjid Istiqal Jakarta. Sengaja, takmir masjid membagikan 5.000 paket usai sholat Subuh agar warga miskin tidak kepanasan. Bahkan tidak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan, jika dibagi bertepatan Idul Adha.

Ternyata, panitia kurban Istiqal terkejut. Sebab warga mulai anak-anak, remaja hingga orang tua sudah antre berjubel sejak dinihari. Bahkan 250 polisi yang dikerahkan, ternyata terlambat datang. Usai sholat subuh, pintu gerbang utama masjid Istiqlal, Jl Veteran, Jakarta Pusat, yang dipadati ribuan orang, akhirnya dibuka dan satu persatu masuk halaman masjid terbesar di Asia Tenggara, yang dibangun masa Presiden Soekarno.

Saat masuk itu, sempat terjadi keributan kecil. Warga berdesak-desakan supaya bisa masuk ke dalam area masjid. Setelah duduk di dalam area masjid, yang dipisahkan antara lelaki dan perempuan. Suasana tenang, pembagian kupon dijalankan. Paket kurban yang diangkut dengan truk dimasukan ke pelataran masjid.

Pembagian wanita daging kurban berjalan aman dan lancar. Namun, tempat pembagian laki-laki yang sulit diatur. Mereka ingin mendapat daging dengan cepat dan mengorbankan yang antre datang duluan. Keributan dan keciruhan kecil terjadi, namun cepat diantisipasi oleh takmir masjid dengan mengumandangkan takbir. Suasana pun kembali reda. Tak lama lagi ribut lagi, maklum mereka takut tak kebagian.

Sayangnya, setelah mendapatkan daging kurban tidak langsung dibawa pulang, namun ditawarkan secara terang-terangan dipintu keluar Masjid Istigal depan Gedung Pertamina. Daging kurban itu dijual dengan harga murah Rp 25.000 hingga Rp 40.000 perkilog. Memang dibandingkan dengan harga daging sapi di pasar tradisional saat ini rata-rata sekitar Rp75.000 hingga Rp 80.000 perkg dan harga daging kambing sebesar Rp 65.000 perkg.

"Ya saya jual murah aja, buat beli beras. Kalau makan daging ga ada berasnya ya susah, mau beli pak," tawar seorang ibu berbadan tambun yang menawsrkan sekantung daging dari masjid Istiqal dengan harga Rp 35.000. "Boleh ditawar pak, masih bagus dan segar dagingnya," sambungnya yang mengaku tinggal di kawasan Kemayoran.

Hal senada juga dilakukan Ibu Satria, yang mengobral daging kurban seharga Rp 25.000 perkg. Ibu asal Tanjung Priok yang malah memegang 3 kantong yang mengaku milik suami dan anaknya. Alasan dijual juga sama akan dibelikan beras untuk kebutuhan makan.

Memang, jual beli daging kurban ini layaknya pasar tumpah. Pembeli juga tak ingin beli kucing dalam karung, sehingga memilih apakah bungkusan itu baik atau tidak.

Setelah daging kurban yang dijual laku, ibu-ibu kembali masuk ke halaman masjid Istiqal. Meski panitia sudah menyedikan tinta sebagai pertanda sudah menerima paket kurban, namun entah bagaimana caranya agar bisa mendapatkan lagi bingkisan entah duntuk dimankan sendiri atau dijual lagi. Kbc10


Bagikan artikel ini kepada kerabat anda

Komentar (beta)