Usai pangkas harga tiket pesawat, INACA minta Pertamina turunkan harga avtur

Senin, 14 Januari 2019 | 07:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah menurunkan harga tiket pesawat untuk penerbangan rute domestik sejak Jumat, 11 Januari 2019. Harga tiket pesawat turun berkisar 20 persen-60 persen

Ketua Umum INACA Ari Ashkara mengatakan, meski telah merevisi harga tiket namun kalangan maskapai meminta kepada regulator dan operator untuk menurunkan harga bahan bakar untuk pesawat terbang (avtur) hingga 10 persen.

Sebab, dia mengatakan, avtur merupakan kebutuhan paling besar dalam pengoperasian pesawat, yakni dapat mencapai 45 persen.

"Komponen paling besar adalah fuel (bahan bakar), menyumbang 40 sampai 45 persen dari biaya maskapai penerbangan. Kita juga sudah dapat support dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan ESDM, untuk menurunkan harga avtur," jelasnya di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Secara komposisi, ia menyebutkan, komponen lain yang juga memakan banyak ongkos yakni pembiayaan barang modal atau leasing. Itu lantaran proses pembayaran menggunakan dolar Amerika Serikat (USD) yang secara nilai tukar masih di atas Rp 14 ribu.

"Impact-nya adalah komposisi paling besar fuel 40 persen, lalu 20 persen adalah leasing pesawat. Dalam hal ini menggunakan USD, kurs juga yang menyebabkan. Dan untuk fasilitas terminal atau airpot sekitar 2-10 persen," urainya.

Ari pun berharap, penurunan harga tiket pesawat bisa diiringi dengan adanya pengurangan ongkos bahan bakar pesawat dari PT Pertamina (Persero) demi memudahkan pihak maskapai penyedia jasa penerbangan.

"Dari INACA kami berharap, bisa menurunkan cost atau tarif atau harga variabel cukup signifikan. Kami berharap Pertamina bisa menurunkan 10 persen," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: