Jokowi: Stok beras BULOG 2,1 juta ton akan cegah spekulasi harga

Kamis, 10 Januari 2019 | 12:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis harga beras tidak akan bergejolak  meski saat ini memasuki fase defisit pasokan mengingat mayoritas petani tengah menanam padi.

"Bulan Desember tahun 2017 lalu stok beras BULOG berada di kisaran 700.000-800.000 ton .Namun sekarang stok beras di gudang BULOG mencapai 2,1 juta ton," ujar Jokowi saat meninjau gudang BULOG Divre Jakarta dan Banten di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Presiden meminta berlimpahnya stok beras yang dikelola BULOG akan dapat menjaga stabilitas harga beras. Presiden menambahkan panen raya padi baru akan berlangsung pada Maret 2019 mendatang, sehingga besarnya stok BULOG ini akan menjadi amunisi untuk mengantisipasi tindak spekulasi yang berpotensi membuat harga beras bergejolak.

Informasi yang diperoleh Direktur Utama BULOG Budi Waseso, harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sudah dalam trend penurunan mulai Rp 50 per kilogram (kg) .Hal itu sejalan dengan operasi pasar yang dilakukan BULOG guna meningkatkan suplai beras ke titik-titik yang membutuhkan.

Sementara Budi Waseso mengatakan, BULOG terus melakukan Operasi Pasar dalam Rangka Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).Menurut Buwas kegiatan ini telah dilakukan serentak BULOG Divisi Regional seluruh Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019 sesuai instruksi Presiden RI sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras medium pada awal tahun 2019.

Buwas menjelaskan realisasi kegiatan KPSH pada tahun 2018 mencapai 544.649 ton, merupakan angka realisasi Operasi pasar beras CBP tertinggi selama 10 tahun terakhir. Khusus BULOG Divre DKI Jakarta dan Banten realisasi KPSH tahun 2018 sebesar 64.668 ton.

Realisasi KPSH di tahun 2019, hingga saat ini sebesar 37.017 ton dengan rata-rata realisasi per hari sebesar 7.000-8.000 ton dan akan terus ditingkatkan dengan target 15.000 ton per hari. Realisasi KPSH tahun 2019 BULOG Divre DKI Jakarta dan Banten hingga saat ini sebesar 8.573 ton yang dilaksanakan di 44 pasar termasuk didalamnya pasar pencatatan BPS di Jakarta. 

Kementerian Perdagangan menugaskan BULOG melanjutkan kegiatan KPSH dengan ketentuan harga beras di gudang untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Sulawesi, NTB, Bali sebesar Rp. 8.100 per kg.Sementara di tingkat konsumen sebesar Rp 8.500 per kg.

Kegiatan KPSH ini juga merujuk keputusan Ratas dengan Presiden RI tanggal 27 Desember 2018, sehubungan dengan perkembangan harga beras yang mengalami trend kenaikan jelang awal tahun 2019. Pemerintah menugaskan Perum BULOG melakukan intervensi pasar secara masid melalui kegiatan OP-CBP selama tiga bulan kedepan dimulai dari bulan Januari 2019. kbc11

Bagikan artikel ini: