Kadin ramal ekonomi RI tahun ini tumbuh 5,3 persen

Selasa, 08 Januari 2019 | 16:14 WIB ET
Rosan Roeslani
Rosan Roeslani

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 ini berada di kisaran 5,2% sampai 5,3%.Adapun secara umum perekonomian Indonesia akan lebih baik di tahun ini.

"Kalau kami sih melihatnya Indonesia akan jauh lebih baik, dibandingkan 2018 yang kurang lebih 5,1%. Kita melihatnya Insya Allah di 2019 ini, kita bisa mencapai 5,2% sampai 5,3%," kata Rosan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Rosan menyebutkan kinerja ekspor Indonesia kemungkinan akan mengalami perlambatan di 2019. Hal tersebut dipengaruhi oleh perang dagang Amerika Serikat dengan China."Memang kalau dilihat, ekspor kita ini kan masih paling besar bergantung pada China dan diperkirakan China ini pertumbuhan ekonominya akan melambat di tahun ini. Mungkin di sekitar 6,2%. Kita ini lebih sensitif perlambatan pertumbuhan ke China dibandingkan ke AS. Karena ekspor kita ini banyak melibatkan China," kata dia.

Selain itu, kata Rosan patut diakui kinerja ekspor Indonesia masih dipengaruhi oleh harga komoditas. Jika di 2019 harga komoditas tak tinggi, maka kinerja ekspor berpotensi turun."Kalau kita urutkan lagi, ekspor kita akan lebih baik kalau harga komoditas tinggi. Nah pertama, harga komoditas tidak terlalu tinggi. kedua, dikhawatirkan apabila perekonomian China melemah, ekspor kita ke China akan menurun. Sebab itu, itu bisa berdampak kepada pertumbuhan perekonomian kita, terutama ekspor," jelas Rosan.

Menurutnya upaya peningkatan investasi akan membantu naiknya pertumbuhan ekonomi domestik. Perang dagang AS_China juga membuka peluang bagi peningkatan investasi. "Adanya perang dagang ini kan yang tadinya investasi banyak yang masuk ke negara-negara lain, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, sekarang mulai masuk ke Indonesia karena kebijakan-kebijakan kita, baik itu tax allowance, tax holiday kemudian OSS," terang Rosan

Menurut Rosan perbaikan dari segi perpajakan, perbaikan dari segi tenaga kerja dinilai cukup membantu, meski tentunya harus didukung dengan melakukan perbaikan-perbaikan seperti yang dilakukan negara-negara tetangga yang terus melakukan reformasi di segala bidang.Selain itu, pertumbuhan konsumsi domestik serta pertumbuhan dari sektor industri juga diharapkan memberi efek positif untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019.

"Domestic consumtion kita kelihatannya cukup baik dan dari segi industri, juga diharapkan kalau kita lihat pertumbuhan industri sampai 5,3-5,4% yang mana melebih pertumbuhan GDP. Karena biasanya pertumbuhan industri kita kan selalu di bawah GDP. Dengan itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi kita akan jauh lebih baik pada tahun ini," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: