Garuda Indonesia kini kelola operasional Sriwijaya Air

Rabu, 14 November 2018 | 16:57 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Garuda Indonesia Group melalui Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air yang direalisasikan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) antara Citilink, Sriwijaya, dan NAM Air.

KSO Citilink, Sriwijaya, dan NAM Air telah ditandatangani pada tanggal 9 November 2018. Nantinya, keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut.

“Kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen- komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara dalam keterangannya, Rabu (14/11).

Ari menambahkan, bagi Garuda Indonesia Group, kesepakatan joint operation ini dapat memberikan dampak yang positif di antaranya Citilink Indonesia dapat memperluas segmen pasar, network, kapasitas, dan kapabilitasnya, serta mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban Sriwijaya Group pada salah satu anak perusahaan Garuda Indonesia.

KSO yang dikelola sepenuhnya oleh Citilink ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah proses internal di masing-masing perusahaan diselesaikan. Kerja sama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian.

Langkah ini, sebut Ari, merupakan langkah strategis sehingga secara langsung membantu sinergi Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group dalam mengelola pangsa pasar penumpang angkutan udara hingga 51%.

Sementara itu, Direktur Utama Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan KSO yang akan dikelola oleh Citilink ini dapat membantu pemulihan Sriwijaya Air Group di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin kompetitif.

"Kami yakin Garuda Indonesia Group mempunyai kapabilitas yang sangat baik dalam mengelola bisnis Airline," ujar Chandra. kbc2

Bagikan artikel ini: