Tak sekadar beri penghargaan, Citibank juga bantu kualitas usaha mikro di Surabaya

Kamis, 08 November 2018 | 09:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Citi Indonesia (Citibank) bekerja sama dengan Mercy Corps Indonesia kembali menyelenggarakan ajang penghargaaan Citi Microentrepreneurship Award (MCA) periode 2018-2018.

Surabaya dipilih menjadi kota pertama yang dikunjungi  untuk menjaring pengusaha mikro dan lembaga keuangan mikro agar mau mendaftar dan mengikuti ajang penghargaan yang sudah memasuki tahun ke-14 tersebut.

"Seperti diketahui, Surabaya terkenal dengan semangat kewirausahaan yang tinggi. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan untuk menggelar riad to CMA 2018-2019 di Kota Surabaya," ujar Head of External Communication Citi Indonesi, Ananta Wisesa di Hotel Novotel Surabaya, Rabu (7/11/2018).

Ananta menjelaskan, tujuan utama diselenggarakannya acara tersebut adalah karena pihaknya ingin membantu pelaku usaha mikro di Indonesia. Maksudnya untuk menyadarkan para pelaku usaha mikro terkait betapa pentingnya berwirausaha.

Tujuan lainnya adalah agar para pelaku usaha mikro tersebut mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan dalam perusahaan. Dimana nantinya para penerima penghargaan akan mendapat materi, tidak saja tentang strategi marketing maupun branding, tapi juga terkait pengelolaan finansial.

"Misalnya pembuatan laporan keuangan yang sederhana. Bagaimana cara mengatur keuangan dalam perusahaan. Jadi nantinya ketika mereka kembalu ke daerah masing-masing, bisa menerapkan hal-hal yang seperti itu dalam usahanya,"ujar Ananta.

Mercy Corps Indonesia sebagi pelaksana program tersebut membagi penghargaan yang diberikan kepada beberapa kategori. Diantaranya adalah kategori pertanian, perikanan, kuliner, usaha pendukung go green, art and creatif, dan kategori khusus yaitu kategori perempuan, dan kategori anak muda.

Director Agriculture, Entrepreneurship, and Financial Inclusion Mercy Corp Indonesia, Andi Ikhwan menjelaskan, salah satu yang membuat kompetisi ini berbeda dengan kompetisi lain adalah karena pihaknya sepakat untuk tidak hanya memberikan penghargaan. Tetapi juga didukung dengan pengembangan kapasitas bagi para penerima penghargaan.

"Setelah award itu kita memberi mentoring selama dua sampai tiga bulan. Nantinya topiknya disesuaikan dengan si pemenang tadi," ujar Andi.

Andi mengaku, pengembangan kapasitas dimaksudkan agar para pemenang pada kontestasi tersebut nantinya bisa naik kelas. Naik kelas yang dimaksud Andi adalah bagaimana agar para pelaku usaha mikro tersebut bisa menaikkan omset dan juga menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Naik kelasnya dalam konteks omsetnya semakin berkrmbang, tenaga kerja yang diserap bisa menjadi lebih baik, itu minimal," ujar Andi. kbc10

Bagikan artikel ini: