Barata bakal produksi mobile power plant untuk daerah terpencil

Jum'at, 02 November 2018 | 16:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Barata Indonesia (Persero) semakin menunjukkan kesiapannya untuk aktif berperan di bidang pembangkit listrik. Bersama dengan dua perusahaan BUMN lainnya, yakni PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero), bersinergi dengan PT Siemens Indonesia untuk membangun Mobile Power Plant yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah - daerah terpencil. 

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan naskah Kesepakatan antara Barata  Pindad  Pal dengan Siemens tanggal Senin, 31 Oktober di Jakarta. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Head of Agreement ( HoA) yang telah dilakukan terlebih dahulu di sela  sela perhelatan IMF Annual Meeting 2018, Awal Oktober lalu. 

Pgs.Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Tony Budi Santosa mengatakan bahwa kesepakatan untuk membangun MPP ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat di remote area atas kebutuhan penerangan  listrik yang memadai. Rencananya Mobile Power Plant tersebut akan diproduksi untuk memasok 20 daerah terpencil di seluruh Indonesia dengan total kapasitas yang mencapai 400 MW.

Kerjasama ini merupakan upaya peningkatan local content pada proyek  proyek pembangkit listrik di Indonesia, ujar Tony.  Selain itu ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen sinergi 3 BUMN  dalam  penyediaan istrik bagi masyarakat di daerah terpencil,  imbuhnya.

Dalam kerjasama tersebut tercapai kesepakatan untuk peningkatan peran perusahaan dalam negeri dalam proyek- proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW. Yakni dengan mengharuskan adanya kandungan lokal dalam proyek  proyek pembangkit listrik di tanah air. kbc9

Bagikan artikel ini: