Dari Taiwan sampai Eropa, anak usaha RNI gencar perluas pasar ekspor teh

Minggu, 16 September 2018 | 09:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Mitra Kerinci, salah satu anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI (Persero), terus berupaya memperbesar pasarnya melalui peningkatan volume ekspor komoditas teh.

Direktur Mitra Kerinci Yosdian Adi mengatakan, saat ini pasar teh luar negeri masih sangat menjanjikan dengan total permintaan volume ekspor 180.000 ton atau senilai Rp 5,9 miliar.

“Taiwan dan Eropa merupakan tujuan utama ekspor dari perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, tersebut,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Belawan Medan untuk pelepasan ekspor teh ke Taiwan, Jumat, 14 September 2018.

Pelepasan ekspor grade teh hitam tersebut merupakan pengiriman kontainer ke-5 dari target 10 kontainer tahun ini. Pembeli grade BLT Mix yang merupakan grade unggulan Mitra Kerinci ini merupakan konsumen baru dari Taiwan. 

"Kami berupaya memastikan pengiriman perdana ke buyer baru ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu, sebagai bentuk servis perusahaan kami kepada pembeli," ujar Yosdian.

Menurut Yosdian, guna memenuhi permintaan pasar yang tinggi, Mitra Kerinci terus berupaya menaikkan produksinya. Produksi Mitra Kerinci saat ini sebesar 4.600 ton teh jadi dalam satu tahun. 

"Kami terus berupaya memenuhi permintaan pasar teh dalam negeri, apalagi luar negeri. Berbagai upaya seperti pembibitan ulang, mekanisasi, kerjasama dengan petani rakyat dan perkebunan lain kami tempuh untuk menaikkan produksi," ungkapnya.

Selain teh hitam, Mitra Kerinci telah melakukan ekspor teh hijau ke Belanda, Perancis, dan Amerika Serikat. Naiknya nilai dollar terhadap rupiah menjadikan peluang untuk mendapatkan margin yang lebih besar serta optimalisasi devisa ekspor. kbc1

Bagikan artikel ini: