Mengenal Mukesh Ambani, orang terkaya Asia yang geser Jack Ma

Selasa, 17 Juli 2018 | 10:36 WIB ET

JIKA selama ini orang hanya mengenal Jack Ma, pendiri Alibaba Group sebagai orang terkaya di Asia, kini Anda harus melupakan sejenak. Pasalnya saat ini Asia punya orang super kaya baru. Ia adalah Mukesh Ambani, miliarder asal India berusia 61 tahun. Bisnis perusahaannya Reliance Industries Ltd, menggurita mulai dari tekstil, minyak, telekomunikasi dan merambah ke e-commerce.

Melansir dari Bloomberg, Senin (16/7/2018), kekayaan Ambani berdasarkan Bloomberg Billionaires Index mencapai USD44,3 miliar atau setara Rp636,83 triliun (kurs Rp14.375 per USD). Kekayaan Mukesh naik 1,6% dibandingkan tahun lalu. Sementara, kekayaan Ma mencapai USD44 miliar.

Ambani menambah kekayaannya sebesar USD4 miliar pada tahun ini, karena meningkatnya kapasitas petrokimian dan keberhasilan perusahaan telekomunikasinya, Reliance Jio Infocomm Ltd. Awal bulan ini, Mukesh mengumumkan rencana untuk meningkatkan 215 juta pelanggan dengan memperluas jangkauan perusahaannya.

Sementara ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China, termasuk persaingan dengan Amazon dan Walmart, membuat perusahaan Jack Ma, Alibaba Group Holding Ltd telah kehilangan USD1,4 miliar pada tahun ini.

Siapa sebenarnya Mukesh Ambani?

Dia dikenal memiliki proyek-proyek berskala besar di India, mempelopori pembangunan kompleks penyulingan minyak terbesar di dunia di Jamnagar. Ia juga mempunyai perusahaan seluler paling luas di dunia dan diklaim sebagai perusahaan ritel terbesar dan paling menguntungkan di India.

Mukesh lahir pada 19 April 1957 di Aden, Yaman. Dia memiliki dua saudara perempuan, Dipti Salgaoncar dan Nina Kothari serta satu adik laki-laki, Anil Ambani. Ayahnya, Dhirubhai Ambani tadinya bekerja di sebuah perusahaan di Yaman sebelum akhirnya pindah ke Mumbai tahun 1958.

Sang Ayah kemudian membangun bisnis di bidang jual beli rempah-rempah. Kemudian, Dhirubhai beralih ke bisnis tekstil yang kemudian tumbuh menjadi bisnis yang sukses dan besar.

Mukesh bersekolah di Hill Grange High School, Mumbai bersama adiknya. Kemudian, ia berkuliah di Institute Of Chemical Technology, Matunga dan mendapat gelar sarjana di jurusan Teknik Kimia.

Setelah itu, ia kuliah di Standford University dan mendapat gelar Masters in Business Administration (MBA). Lulus kuliah S2, Mukesh kemudian membantu ayahnya mengembangkan Reliance Industries.

Tahun 1981, Mukesh resmi bergabung di Reliance Industries dengan ayahnya. Mukesh bergabung sebagai penggagas integrasi dari tekstil ke serat polyester hingga kemudian ke hasil olahan minyak bumi. Di tangan Mukesh, banyak mengalami kemajuan.

Ayah Ambani meninggal dunia pada 2002. Perusahaan pun diwariskan pada Mukesh dan adiknya, Anil. Saat menjabat sebagai pemimpin, Mukesh membuat perusahaan berkembang pesat. Reliance Industries pun ikut bergerak di sektor gas dan pertambangan.

Pada pertemuan pemegang saham tahunan bulan ini, Mukesh mengatakan Reliance harus melihat "peluang" dengan tumbuhnya bisnis online. Ia pun menginstruksikan agar Reliance Retail Ltd dan Reliance Jio Group untuk menyasar bisnis perdagangan online. "Ukuran Reliance akan lebih dari dua kali lipat pada tahun 2025," kata Mukesh.

Reliance Jio Group akan memperkenalkan layanan broadband berbasis serat optic di 1.100 kota di India pada Agustus mendatang, dimana Mukesh akan meluncurkan fixed-line greenfield terbesar di mana pun di dunia. "Jio akan menjadi operator penggerak lonjakan bisnis Reliance," kata Deven Choksey, direktur pelaksana Kr Choksey Securities yang berbasis di Mumbai. "Perusahaannya akan melipatgandakan laba dalam beberapa tahun ke depan, harga sahamnya juga akan meningkat".

Pada pertengahan Juli ini, seiring data Bloomberg Billionaire Index, Reliance kembali masuk Klub USD100 miliar setelah lebih dari satu dekade. Mukesh sendiri mewarisi Reliance dari ayahnya, Dhirubhai Ambani yang awalnya seorang pedagang rempah-rempah dan tekstil. Sang ayah kemudian membangun pabrik tekstil dan petrokimia.

 

Sepeninggal ayahnya pada 2002, bisnis Reliance dibagi menjadi dua antara Mukesh dan adik laki-lakinya Anil. Layaknya kisah rebutan warisan, kedua saudaranya ini sempat terlibat "perang" sebelum ditengahi oleh ibu mereka. Dan Mukesh pun berhasil mengelola bisnis Reliance menjadi lebih baik setelah tahun-tahun penuh kepahitan.

Dermawan

Meski memiliki harta melimpah, miliarder satu ini ternyata suka terlibat dalam acara sosial. Tahun 2016 lalu, Ambani menggelontorkan dana US$ 20 miliar atau setara dengan Rp 263 triliun (kurs 1 US$ = Rp 13.157) untuk memberikan internet kepada ratusan juta orang.

Warga India tengah merayakan kehadiran provider Reliance Jio milik Ambani, yang akan memberikan koneksi internet cepat dengan harga yang sangat murah.

Sang istri, Nita Ambani terlibat di sejumlah kegiatan amal dan proyek sosial. Bidang yang paling sering digeluti, antara lain bidang penanganan bencana, pendidikan, dan manajemen sumber daya manusia.

Secara keseluruhan, Mukesh Ambani duduk di peringkat nomor 14 orang terkaya di dunia. Perusahaan yang dipimpinnya menduduki peringkat teratas di daftar perusahaan paling bernilai di India.

"Jika dibandingkan, kekayaan Mukesh Ambani setara dengan PDB negara pecahan Uni Soviet, Azerbaijan," tulis Forbes. kbc10

Bagikan artikel ini: