Ketika bos Sido Muncul bertemu pengusaha muda pendiri Tokopedia dan Bukalapak

Sabtu, 14 Juli 2018 | 13:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Apa yang terjadi ketika bos Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat bertemu dengan dua orang pengusaha muda zaman now, yakni Achmad Zaky pendiri Bukalapak.com dan pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya. Tiga pebisnis yang memiliki tantangan yang berbeda, namun semangat dan perjalanan kesuksesannya sama-sama menginspirasi.

Yah, ketiga pengusaha beda generasi tersebut menjadi bintang tamu pada even 'Catatan Najwa' yang digelar PT Intiland Development Tbk dengan Narasi di Hall Spazio Surabaya, pada Kamis (12/7/2018) malam. Even bertajuk 'Membangun Kerajaan Bisnis' ini dipandu host Najwa Shihab.

Dalam perbincanganya dengan dua sosok pengusaha muda yang sukses membawa perusahaan menjadi unicorn hanya dalam beberapa tahun, yakni Achmad Zaky dan William Tanuwijaya, Najwa Shihab mempertanyakan perjalanan keduanya hingga besar seperti saat ini.

Diakui Achmad Zaky, setelah lulus dari kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dia mendirikan perusahaan jasa konsultasi teknologi bernama Suitmedia. Zaky membuat sebuah website yang menjadi proyek internal perusahaan. Proyek tersebutlah yang menjadi asal kesuksesannya. Dia mendirikan bukalapak.com pada tahun 2010 dari modal sendiri bersama temannya..

Bukalapak.com memiliki visi untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet. Fase pengembangan Bukalapak.com dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Setelah selesai tahap pengembangan, Achmad Zaky mengajak para pedagang di mall untuk bergabung di Bukalapak.com.

Sayangnya respon yang diberikan para pedagang di mall sangat rendah. Respon positif justru datang dari pedagang kecil. Sejak itu, Achmad Zaky dan tim Bukalapak.com fokus mengajak para pelaku UMKM.

"Saat itu orang melihat masih belum percaya jualan di online bisa sukses. Namun keadaan menjadi berubah saat kita kedatangan investor dari Jepang ke kos kami dan menawarkan investasi miliaran rupiah. Bagi kami itu wow, dan sejak itu semua berubah," ulas Zaky.

Kini beberapa investor yang tertarik mendanai bukalapak.com diantaranya 500 Startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan juga Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group).

Ada pelajaran berharga yang dibagikan Zaky, yakni bahwa jangan minder dan ragu, putra-putri Indonesia juga mampu membuat bisnis startup digital yang sukses.

"Buat bisnis yang membantu menyelesaikan permasalahan orang banyak. Tahukah Anda apa permasalahan kebanyakan bisnis UMKM? Mereka memiliki produk atau layanan yang bagus, tetapi kurang dalam pemasaran. Yang dibutuhkan adalah bantuan untuk memasarkan produknya," ujarnya.

Hal lainnya adalah berani memulai, karena orang sukses itu adalah mimpi dengan mata terbuka. "Bekerja sesuai dengan minat atau passion. Jadi kerjakan apa yang Anda senangi (do what you love) dan senangilah apa yang Anda kerjakan (love what you do)," beber Zaky.

Sementara William Tanuwijaya mengaku harus berjuang di tengah pemikiran masyarakat yang belum melek teknologi, bahwa teknologi bisa membawa dunia berubah. "Tahun 2007 masih belum banyak yang melirik internet sebagai sebuah bisnis menjanjikan. Saya pernah keukeuh bahwa internet akan sukses namun tak banyak orang percaya. Namun saya berfikir bahwa untuk bisa besar harus ada ide yang dianggap orang gila," tukasnya.

Dia mengaku terinspirasi oleh anak-anak muda pendiri Google dan Facebook. Mereka bukan anak konglomerat, tidak punya uang, tapi bisa membuat bisnis. Ternyata di Amerika, dia punya ide, bisa cari pemodal dan banyak angel investor, vendor capital. Dari sana dia melakukan hal yang sama.

Namun kendala ada pada modal. Menurutnya, rata-rata orang Indonesia menanyakan track record. Kalau saya investasi, balik modalnya seperti apa. Makanya, di awal-awal dia mendapat banyak tentangan.

"Namun saya menganggap, kalau ada penolakan akan ada peluang. Indonesia punya banyak masalah, tapi di situlah ada surga inovasi di masa depan," sebutnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Dia pun mendirikan Tokopedia bersama Leontinus Alpha Edision dan diluncurkan pada 17 Agustus 2009. Meski sempat diragukan karena tidak ada latar belakang bisnis, Wiliam tetap nekat mewujudkan keinginannya itu.

"Saya cuma lulusan pekerja warnet, benar-benar jarang ke kampus, kalau ke kampus pas ujian saja. Belum pernah pengalaman bangun bisnis, track record belum ada, jadi modalnya semangat bambu runcing," sebut alumni Binus ini.

Namun William jalan terus. Pada bulan pertama berdiri, Tokopedia baru berhasil menggaet 509 merchants dengan 4.560 member. Jumlah transaksi yang dibukukan hanya Rp 33 juta.

Setahun berdiri, Tokopedia mengalami perkembangan signifikan. Mereka berhasil mengandeng 4.659 merchant dengan 44.785 anggota. Transaksi yang ditorehkan mencapai Rp 5,954 miliar.

Angka tersebut terus bertambah hingga sekarang. Pada awal tahun 2017, Tokopedia telah memiliki 40 juta produk dengan 12 juta pengguna. Sementara total transaksi tembus lebih dari Rp 1 triliun per bulan.

Meski awalnya Wiliam mengaku sulit mendapatkan suntikan dana, berkat sejumlah pencapaian Tokopedia, sejumlah investor mulai berdatangan. Tercatat di antaranya adalah East Venture, CyberAgent Ventur dan Softbank.

Investor yang disebutkan terakhir pernah mengucurkan dana besar di Tokopedia. SoftBank mengguyur USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun (kala itu kurs USD 1 = Rp 12.000) pada 2014.

Bagi William, kunci suksesnya adalah jangan takut dan pantang menyerah. "Pertanyaan yang saya sering dapat adalah bagaimana saya bisa bertahan. Ada yang memberi saya nasehat, jangan mimpi muluk-muluk, yang realistis saja. Tapi Bung Karno pernah bilang, bermimpilah setinggi langit sehingga kalau jatuh masih di antara bintang-bintang," ujar William.

Di sisi lain, William menuturkan bahwa internet telah mengubah hidupnya dan juga jutaan masyarakat Indonesia. Demikian juga dengan pemakaian smartphone yang semakin luas.

Bagi William, membangun Tokopedia layaknya membangun sebuah kota. Ada konsep kolaborasi di dalamnya. Tokopedia membutuhkan mitra-mitra strategis yang juga memiliki semangat sama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital.

Di bagian lain, Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengapresiasi keberanian dan kesuksesan dua anak muda pendiri Bukalapak dan Tokopedia tersebut. Dia menyebut, kunci sebuah usaha atau produk itu sukses karena dipercaya orang.

"Bayangkan kalau orang sudah tidak percaya terhadap perusahaan atau produk kita. Sampai kayak apapun juga tidak akan sukses. Jika produk kita baik, pasti konsumen akan mencari," ujarnya.

Sambil bergurau dia berpesan agar para pengusaha tidak memiliki banyak anak. Alasannya agar tidak terjadi konflik. "Jangan punya anak banyak-banyak nanti susah kalau ribut-ribut," tegasnya yang membuat para hadirin tertawa.

Penerus perusahaan jamu tersebut juga mengaku heran produk-produknya bisa menjadi legendaris. Namun dia yakin produk Sido Muncul bisa melegenda lantaran khasiatnya. "Ya khasiatnya, memang saya juga heran kok nenek saya bisa ya menciptakan itu," tukasnya.

Selain khasiat, Irwan juga percaya, produk herbal bisa terus laku jika kualitasnya terjaga dengan baik. Hal itu disadarinya sejak dia ikut masuk membantu perusahaan.

"Kalau produknya tidak baik percuma walaupun kita mau beriklan mau apa saja percuma. Pokoknya produknya harus baik," katanya.

Sejak saat itu, Irwan selalu memegang teguh kualitas produk dan terus berinovasi. Apalagi di zaman yang serba digital seperti saat ini. "Bagi saya kuncinya juga adalah kecepatan, karena persaingan ketat dan tren terus berubah cepat," ujar Irwan. kbc7

Bagikan artikel ini: