Semester pertama, transaksi RFB capai 60% dari target 1 juta lot

Kamis, 12 Juli 2018 | 17:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang menggembirakan pada semester pertama tahun 2018. Sekitar 60% lebih dari target 1 juta lot telah terpenuhi. Hingga akhir Juni 2018, total volume transaksi Perseroan mencapai 615,513 lot, naik signifikan 148,86% dibandingkan posisi yang sama di tahun 2017 sebesar 247,332 lot.  

Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya mengatakan bahwa volume transaksi bilateral menjadi penopang rapor biru di enam bulan pertama ini, dengan total transaksi bilateral/SPA (Sistem Perdagangan Alternatif) sebesar 434,957 lot, kemudian  transaksi multilateral sebesar 180,556 lot.

Namun, secara pertumbuhan, transaksi multilateral mengalami peningkatan tajam sebesar 585,07% dari semester pertama tahun sebelumnya sebesar 26,356 lot. Sedangkan, transaksi bilateral naik 96,83% dari 220,976 lot di tahun 2017 pada periode yang sama.

Dengan seluruh pencapaian ini berhasil mengukuhkan RFB sebagai Perusahaan Pialang Berjangka Terbaik atau menempati peringkat pertama dalam urutan Top 5 Pialang Berjangka JFX (Jakarta Future Exchanges).

Kinerja RFB lain yang tak kalah positif adalah kenaikan jumlah nasabah baru. Total nasabah baru RFB menembus angka 1311 nasabah atau naik 27,16% dibandingkan semester pertama tahun 2017. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat kepada RFB sebagai perusahaan pialang berjangka profesional dan berintegritas.

Teddy mengatakan, pertumbuhan yang melesat pada semester pertama ini menjadi bukti nyata kerja keras dari seluruh tim marketing dan support di RFB.  

“Kami optimis bahwa angka transaksi 1 juta lot akan tercapai sebelum akhir tahun. Selanjutnya, untuk mendukung pertumbuhan bisnis, kami akan melakukan ekspansi usaha dengan membuka kantor cabang baru di Yogyakarta pada awal Agustus 2018 hingga total menjadi 10 kantor serta akuisisi kantor pialang di Makasar dan Malang yang masih dalam proses” tandas Teddy.

Selain itu masih menurutnya, RFB bersama dengan BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan JFX terus melaksanakan edukasi tentang investasi perdagangan berjangka kepada masyarakat. Melalui upaya ini, masyarakat yang memahami sekaligus merubah pandangan negatif mereka ke arah positif terhadap industri perdagangan berjangka semakin banyak.kbc6

Bagikan artikel ini: