Akhir bulan ini, BI beri sinyal kembali kerek suku bunga acuan

Rabu, 20 Juni 2018 | 14:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 30 Mei 2018 menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps juga menjadi 5,50 persen.

Kebijakan ini, dinyatakan Bank Indonesia sebagai bagian senantiasa berkomitmen dan fokus pada kebijakan jangka pendek dalam memperkuat stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah.

Untuk itu, BI siap menempuh kebijakan lanjutan yang pre-emptive, front loading, dan ahead the curve dalam menghadapi perkembangan baru arah kebijakan the Fed dan ECB pada RDG 27-28 Juni 2018 yang akan datang. "Kebijakan lanjutan tersebut dapat berupa kenaikan suku bunga yang disertai dengan relaksasi kebijakan LTV untuk mendorong sektor perumahan," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, Selasa (19/6/2018).

Selain itu, Perry mengatakan, kebijakan intervensi ganda, likuiditas longgar, dan komunikasi yang intensif tetap dilanjutkan.

Di sisi lain, BI, pemerintah, dan OJK juga akan terus mempererat koordinasi untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

"BI meyakini ekonomi Indonesia, khususnya pasar aset keuangan, tetap kuat dan menarik bagi investor, termasuk investor asing," terang Perry.

Pada akhirnya, menurut Perry, dengan investasi yang terjaga, stabilitas ekonomi juga diharapkan tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat. kbc10

Bagikan artikel ini: