Incar dana Rp260 miliar, Tanrise Property lepas 15% saham di bursa

Sabtu, 09 Juni 2018 | 11:26 WIB ET
(KB/Purna Budi)
(KB/Purna Budi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah belum membaiknya pasar properti di Tanah Air, perusahaan pengembang properti PT Jaya Sukses Makmur Tbk, atau Tanrise Property justru berniat melepas sahamnya di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa, Hermanto Tanoko mengatakan, langkah untuk melakukan IPO tersebut dalam rangka penyelesaian dua proyek high rise di Surabaya, yakni Voza Premium Office dan Th 100 Residence.

"Fokus utama kami adalah mengembangkan proyek properti yang prestisius, agar nilai investasinya terus meningkat. Ini komitmen kami mengutamakan konsep, kualitas, dan desain arsitektur yang modern," katanya pada Due Dilligence Meeting dan Public Expose di Surabaya, Jumat (8/6/2018).

Voza Premium Office merupakan office building grade A pertama di Surabaya dan dirancang arsitek mancanagera serta menggunakan fasilitas premium. Lokasinya berada di kawasan Surabaya Barat. Sedangkan The 100 Residence merupakan apartemen mewah di jantung Kota Surabaya.

Nilai proyek untuk keduanya masing-masing Rp 400 miliar untuk Voza Premium Office, dan Rp 350 miliar untuk The 100 Residence.

Selain kedua proyek tersebut, saat ini perseroan telah memiliki berbagai properti unggulan dalam lini usaha high rise building residential dan hospitality. Proyek-proyek itu berada di kawasan-kawasan strategis sehingga memiliki nilai investasi yang tinggi dan menguntungkan.

"Kami masih memiliki landbank sekitar 200 hektare yang terbagi dalam 25 titik lokasi di 12 kota di Tanah Air," ungkap Hermanto.

Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk Belinda Natalia menambahkan, pada IPO yang ditargetkan bisa dilakukan listing di BEI pada 9 Juli 2018 tersebut, pihaknya akan melepas sekurangnya 1,5 miliar lembar saham.

"Kami berencana melepas sebanyak-banyaknya 1,5 miliar lembar saham atau sekitar 15,08 % dari total saham disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Dengan harga perdana yang ditawarkan di kisaran Rp 140 - 175 per saham, dana yang kami incar pada IPO ini sekitar Rp 210 miliar hingga Rp 260,5 miliar," kata Belinda Natalia yang optimistis saham perdananya akan mendapatkan respon yang sangat positif dari calon investor.

Sementara itu merujuk pada laporan keuangan perseroan pada 2017 lalu, pendapatan yang dibukukan Tanrise Property mencapai Rp229,95 miliar dan laba bersih setelah pajak senilai Rp 16,1 miliar.

"Kami optimistis pasca IPO ini kinerja perseroan akan lebih bagus. Tahun 2018 target kami pendapatan perseroan bisa meningkat 40-50 persen dibanding pencapaian tahun lalu," ujar Belinda.

Sekadar diketahui, Tanrise Property merupakan salah satu entitas Grup Tanobel bersama dengan PT Avia Avian, Tanobel Food and Drink, DepoBangunan, Hotel deo, Hotel Solaris dan CMN. Awalnya, Tanrise Property didirikan oleh Hermanto dengan membangun warehouse di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada tahun lalu. Grup Tanobel telah membawa PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) melantai di BEI pada Mei 2017. kbc7

Bagikan artikel ini: