Pertamina prediksi konsumsi BBM melonjak 15% saat puasa-Lebaran

Kamis, 17 Mei 2018 | 07:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Memasuki bulan puasa Ramadhan, PT Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) memperkirakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur Bali dan Nusatenggara (Jatim Balinus) akan mengalami kenaikan karena makin tingginya aktifitas masyarakat menjelang lebaran dan saat lebaran Idul Fitri 2018.

“Pertamina memprediksi terjadi peningkatan konsumsi sekitar 5% hingga 14% untuk produk BBM. Diprediksi puncak peningkatan konsumsi BBM tersebut akan terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2018,” ujar General Manager Pertamina MOR V, Ibnu Choldun di Surabaya, Rabu (17/5/2018).

Untuk konsumsi Premium, diperkirakan akan mencapai 2.599 kiloliter (KL) per hari dari konsumsi normal sebesar 2.280 KL per hari. Konsumsi Pertalite mencapai 8.004 KL per hari dari normal 7.021 KL per hari.  Sedangkan konsumsi Pertamax diperkirakan mencapai 3.578 KL per hari dari 3.139 KL per hari dan Pertamax Turbo dari 113 KL per hari menjadi 130 KL per hari.

“Kalau konsumsi Solar justru kamj perkirakan turun menjadi 5.217 KL per hari dari kondisi normal sebesar 5.492 KL per hari. Hal ini disebabkan liburnya perusahaan menjelang lebaran,” tambahnya.

Khusus untuk konsumsi normal harian BBM untuk wilayah Jawa Timur baik gasoline yaitu premium dan pertamax series serta gasoil yaitu solar/bio dan dex series, berada pada kisaran volume 18.286 KL per hari.

Selain melakukan penambahan stok, Pertamina juga telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif dalam penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jatim Balinus. Langkah tersebut diantaranya adalah pembentukan tim Satgas khusus yang bertugas memantau dan mengondisikan kelancaran penyaluran BBM .Tim Satgas ini akan beroperasi pada H-14 hingga H+7 Idul Fitri.

“Kami juga akan menyediakan SPBU Kantong / mobile storage di 11 Titik SPBU di Jawa Timur, menyediakan Kiosk Pertamax yang akan disediakan di 8 titik rest area di Jawa Timur dan menyiapkan motorist Bahan Bakar Khusus (BBK) di ruas tol dan non tol,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: