Tingkatkan kapasitas guru agama, Forsana latih ratusan guru dengan metode quantum

Senin, 30 April 2018 | 20:39 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: Forum Santri Nasional (Forsana) melakukan aksi sosial dengan melakukan proses peningkatan kapasitas ratusan guru agama dan guru ngaji du wilayah Kabupaten Malang dengan pelatihan metode Quantum dalam mempercepat proses pembelajaran membaca Al Quran.

Proses pelatihan gelombang I yang bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Sosial Dan Dakwah (LPSD) Baitul Hidayah tersebut dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren Babussalam Gondanglegi Kabupaten Malang, Minggu (29/4/2018).

Ketua Umum Forsana yang juga Pengasuh Ponpes Babussalam KH Thoriq Darwis Bin Ziyad mengatakan Forsana secara khusus ingin membekali kalangan guru agama serta guru ngaji di wilayah Kab. Malang dengan pendekatan baru dalam tata cara belajar mengajar tentang membaca Al Quran.

"Sekitar 300 orang guru ngaji ini diberikan pembelajaran metode Quantum agar dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses membaca Al Quran bagi peserta didik, " kata Gus Thoriq panggilan akrab KH Thoriq Darwis disela-sela acara Pelatihan Metode Quantum, Minggu (29/4/2018).

Gus Thoriq yang juga dikenal sebagai pengusul dan penggagas Hari Santri itu mengungkapkan bahwa Forsana akan membuat pelatihan metode Quantum secara bergelombang sehingga bisa menjangkau semua guru ngaji di wilayah Kabupaten Malang.

"Harapannya pelatihan ini akan dilakukan secara bergelombang sehingga bisa diikuti sebanyak mungkin guru agama dan guru ngaji di wilayah Malang."

Imam Hidayat,  Direktur LPSD Baitul Hidayah,  mengatakan pihaknya secara khusus bekerjasama dengan Forsana dalam training quantum learning Al Quran ini.

Imam menegaskan bahwa Forsana sendiri memang sangat konsen untuk melakukan peningkatan kapasitas dikalangan Santri khususnya yang saat ini berprofesi menjadi guru ngaji.

"Peningkatan kapasitas guru ngaji ini dengan metode quantum diharapkan akan berdampak pada out put peserta didik membaca Al Quran lebih cepat dan lebih mudah dalam mengusai materi," kata Imam pada kesempatan yang sama.

Imam menegaskan institusinya saat ini telah membina sedikitnya 15.000 orang guru ngaji di wilayah Malang Raya.

"Targetnya Forsana dan LPSD Baitul Hidayah, sebisa mungkin jumlah 15.000 guru ngaji tersebut bisa dijangkau untuk dilatih pem belajaran metode quantum learning Al Quran. Meskipun data resmi Kantor Kemenag Kab Malang jumlah guru ngaji yang terdaftar 9.000 lebih, " tegasnya.

Lebih dalam Imam menyebutkan para guru ngaji tersebut selain mendapatkan materi training secara gratis juga memperoleh bingkisan dari perusahaan kripik Lumba-Lumba Mentaraman Talok Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

Disisi lain Gus Thoriq menyatakan bahwa Forsana akan terus melakukan sejumlah aktivitas yang dinilai sangat fundamental dan strategis dalam rangka memperkuat kapasitas kalangan santri diberbagai sektor.

"Forsana sangat getol dan serius untuk melakukan pemberdayan serta peningkatan kapasitas kalangan santri baik sisi SDM [sumber daya manusia] terkait skill dan kemampuan serta sisi lainnya seperti ekonomi, budaya dan sosial," ungkap Gus Thoriq yang kini tengah menggagas Doa Sholawat resmi kenegaraan tersebut.

Lebih jauh agenda pelatihan ini, kata Gus Thoriq, merupakan agenda lanjutan setelah sepekan yang lalu Forsana terlibat aktif dalam Hari Lahir NU ke-95 serta Haul Tokoh pejuang dan ulama Kota Malang, Letda Inf KH Malik.

"Forsana akan berupaya terus untuk memberikan sumbangsih terbaiknya demi peningkatan dan pemberdayaan kalangan Santri yang pada ujungnya akan berdampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan umat. Hal ini karena Santri adalah entitas penting dalam proses pembangunan  negara dan bangsa Indonesia kedepan," tegas Gus Thoriq. kbc9

Bagikan artikel ini: