Sumbawa kapalkan jagung ekspor dari Pelabuhan Badas

Selasa, 20 Maret 2018 | 19:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Zainul Majdi, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, melepas ekspor jagung Indonesia ke Filipina sejumlah 11.500 ton dari Pelabuhan Badas, Sumbawa Besar, Selasa (20/3/2018). Pemerintah Provinsi NTB menargetkan, bahwa 100 ribu ton dari 300 ribu ton target ekspor jagung Indonesia ke Filipina dicukupi dari kabupaten tersebut.

"Penetapan target tersebut seiring peningkatan produksi yang terjadi dalam tujuh tahun terakhir. Sumbawa saat ini merupakan penghasil jagung terbesar di NTB. Jadi tidak salah Kementerian Pertanian RI memilih Sumbawa sebagai tempat pengiriman jagung ke Filipina," kata Zainul Majdi dalam siaran pers yang diteroma kabarbisnis.com, Surabaya, Selasa (20/3/2018).

Lebih lanjut Agung Hendriadi memaparkan, bahwa ekspor jagung Sumbawa itu merupakan pengapalan ketiga oleh Indonesia guna memenuhi target ekspor ke Filipina untuk memenuhi target 1 juta ton bahan baku pakan ternak. Sebelum NTB, Indonesia mengekspor dari Gorontalo sebesar 57.650 ton dan Sulawesi Selatan 6.600 ton.

Pada kesempatan yang sama, Manager Pelindo III Pelabuhan Badas Wahyu Wirawan, menjelaskan, bahwa untuk memastikan ekspor berjalan lancar dan sesuai jadwal, Pelindo III sudah memulai proses pemuatan jagung ekspor tersebut sejak Hari Jumat (16/3/2018) lalu. "Ekspor jagung nasional ini diangkut dengan menggunakan dua kapal curah yang sandar di Pelabuhan Badas, yakni MV. Sea Dragon yang berkapasitas 6.600 ton dan MV. Royal 16 dengan kapasitas 4.900 ton," ujarnya.

Ia menambahkan, Pelindo III memprioritaskan tambatan untuk kedua kapal ekspor jagung tersebut sesuai koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Kedua ketersediaan fasilitas jembatan timbang di Pelabuhan Badas memberikan akurasi data jumlah komoditi jagung yang dimuat dari truk ke kapal. Lalu yang ketiga, Pelindo III juga memastikan kelancaran layanan antrean truk-truk pengangkut jagung tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pelindo III memberikan perhatian khusus untuk pengembangan infrastruktur pelabuhan di kepulauan Nusa Tenggara. BUMN kepelabuhanan Indonesia tersebut saat ini dalam proses membangun 11 terminal penumpang, 4 di antaranya ditargetkan selesai pada tahun ini. Pekan lalu juga baru saja menyepakati kerja sama dengan PT Muria Sumba Manis terkait peningkatan fasilitas Pelabuhan Waingapu untuk mendukung distribusi produk gula dari perkebunan tebu yang sedang dikembangkan di sana.

Ia mengungkapkan bahwa harus diakui potensi bentang alam kepulauan Nusa Tenggara belum optimal dimanfaatkan untuk memproduksi hasil bumi, sehingga jaringan infrastruktur transportasi juga belum terhubung dengan baik.

"Namun meski begitu dukungan pemerintah melalui BUMN tetap hadir untuk membangun infrastruktur demi merangsang produksi komoditas. Ekspor Jagung dari Sumbawa hari ini membuktikan hal tersebut. Komoditas yang diproduksi dapat terserap ke pasar dengan dukungan kesiapan infrastruktur, seperti di Pelabuhan Badas ini yang dikelola oleh Pelindo III," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: