Ajak banyak orang atasi kemiskinan, Banyuwangi bikin aplikasi Jalin Kasih

Rabu, 14 Februari 2018 | 15:00 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pemkab Banyuwangi kini sedang merampungkan sistem aplikasi pengentasan kemiskinan terintegrasi yang diberi nama ”Jalin Kasih”. Aplikasi itu diperkenalkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di depan rumah seorang warga kurang mampu di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (14/2/2018).

”Aplikasi ini berisi data digital semua masalah kemiskinan. Misalnya, data warga miskinnya, sangat rinci berbasis geospasial yang sudah kami jalankan selama ini,” kata Anas.

Dengan membikin aplikasi yang nantinya bisa diunduh di PlayStore dan AppleStore, semua orang bisa membantu mengentaskan kemiskinan yang ada di Banyuwangi.

”Inilah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah daerah tidak mungkin bisa membereskan semua hal, karena jangkauan terbatas, dana terbatas, dan sebagainya. Kalau berkolaborasi, pasti lebih mudah dan cepat mengatasi kemiskinan,” papar Anas.

Anas mengatakan, aplikasi Jalin Kasih dirancang untuk memvalidasi semua data dan problem kemiskinan secara lengkap. Data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu.

Aplikasi Jalin Kasih memuat berbagai program penanggulangan kemiskinan seperti Rantang Kasih, Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Bedah Rumah, Jemput Bola Rawat Warga Sakit, dan beasiswa Banyuwangi Cerdas.

Program Rantang Kasih, misalnya, mendistribusikan makanan bergizi ke warga miskin lanjut usia secara rutin. ”Kalau yang handle hanya pemerintah daerah, jangkauannya mungkin 2.000 warga. Kalau dikeroyok banyak orang, tentu lebih besar. Untuk mengajak orang ikut bantu, sistemnya harus mudah. Nah ini tinggak klik saja, dari seluruh dunia bisa bantu,” jelas Anas.

Sehingga, sambung Anas, masyarakat luas tinggal memilih, akan membantu atasi kemiskinan dari sisi yang dikehendaki. ”Mau rutin biayai kirim makanan ke lansia, mau jadi orang tua asuh anak putus sekolah yang sudah kita kembalikan ke sekolah, atau apa tinggal pilih di aplikasi. Mudah-mudahan tak lama lagi sistem ini selesai dengan sangat terintegrasi," ujar Anas.

Aplikasi itu sempat diujicobakan dengan mengantarkan Rantang Kasih berisi makanan bergizi ke rumah Nenek Suhadiyah (80) yang datanya ditemukan dengan bantuan peta lokasi di aplikasi Jalin Kasih. kbc12

Bagikan artikel ini: