Serius garap TV OLED, ini strategi besar LG

Rabu, 14 Februari 2018 | 09:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen elektronik, PT. LG Electronics Indonesia (LG) menyatakan akan fokus menggarap pasar TV OLED untuk segmen premium di Indonesia tahun 2018 ini.

Product Marketing Manager Home Entertainment LG Electronics Indonesia, Jong Woo Park, mengatakan tren permintaan TV OLED terus meningkat sepanjang tahun, hingga mencapai tiga kali lipat hingga penutupan tahun 2017 lalu.

“Ini menunjukkan TV OLED semakin menjadi pilihan bagi masyarakat yang mencari teknologi TV premium,” ujar Jong Woo Park, Selasa (13/2/2018).

Untuk mendukung target ini, LG telah menyiapkan dua strategi besar. Pertama, perusahaan asal Korea Selatan ini bakal melakukan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri bagi TV OLED melalui pabriknya yang berada di Cibitung. Selanjutnya, berbagai varian baru lengkap dengan berbagai pengembangan teknologi di dalamnya pun siap diperkenalkan.

Sejak diperkenalkan pertama kali, konsisten mengembangkan panel Organic Light Emitting Diode (OLED) untuk TV. Panel OLED akan menajdi masa depan industri TV karena keunggulannya dibanding LCD dan LED yang merupakan generasi sebelumnya.

TV dengan panel LCD atau LED memiliki prinsip kerja menggunakan pencahayaan latar berupa deret lampu LED di belakang panelnya. Deret lampu ini bertugas memberi cahaya pada warna yang direproduksi panelnya. Sementara pada panel OLED, tiap piksel yang secara organik mengatur tingkat pencahayaannya tanpa perlu lagi deret lampu LED untuk pencahayaan latar. Ketiadaan pencahayaan latar ini membuat OLED dapat mencapai contrast ratio, perbandingan warna yang mampu dicipta sebuah media penampil dari hitam hingga putih, sampai tak terhingga. Hal ini karena pada saat mencipta warna hitam, piksel OLED benar-benar mati. Tanpa pencahayaan belakang, membuatnya benar-benar mampu menciptakan hitam dengan kedalaman pekat.

Berbagai keunggulan TV OLED inilah kemudian dikatakan tak hanya membuat masyarakat semakin memilihnya bagi TV kelas premium, namun pula disisi lain  memberi dorongan pada pabrikan lain untuk turut memproduksi dan mulai memasarkannya belakangan ini. “Hal inilah yang mendorong kami untuk terus melakukan inovasi secara berkesinambungan dalam meningkatkan kenyamanan dan mendukung gaya hidup pengguna TV OLED LG. Ini pula yang kami bawa dalam jajaran TV OLED LG di tahun 2018,” ujar Jong Woo Park.

Termasuk di dalam jajaran TV OLED LG yang akan memperkuat lini produknya di Indonesia yaitu kehadiran dua inovasi besar LG yang diperkenalkan sebelumnya di Consumer Electronics Show (CES) 2018. Keduanya yaitu hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) dan prosesor pengolah warna termutakhirnya.

Untuk teknologi kecerdasan buatan, LG membenamkan teknologi ThinQ yang memungkinkan implementasi ratusan jenis perintah suara baik dengan menggunakan platform milik LG maupun layanan AI pihak ketiga. Di satu sisi, keberadaan AI ini membuat pengguna dapat mengakses dan menikmati berbagai fitur pada TV cukup dengan perintah suara melalui remote control-nya. Keuntungan lainnya, TV LG dengan ThinQ juga mendukung pengaplikasian konsep rumah pintar melalui keterhubungan antar perangkat elektronik seperti AC, penyedot debu dan lainnya yang terkoneksi melalui sambungan WiFi atau Bluetooth.

Sementara di sisi prosesor pengolah warna termutakhirnya, LG menyatakan akan membenamkan prosesor α (Alpha) 9 bagi TV OLED untuk meningkatkan kualitas pewarnaan tayangan. Keberadaan prosesor pintar ini bakal mengurangi gangguan (noise) pada gambar. Hal ini sama artinya dengan peningkatan dua kali lipat disbanding proses gambar pada teknik konvensional.

Sementara sejalan dengan rencana ini, LG pun bersiap meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia khusus bagi TV OLED. Keputusan mempercayakan basis produksi di dalam negeri ini dipilih untuk memberi kecepatan dalam merespon dinamika pasar. kbc8

Bagikan artikel ini: