Redam gejolak harga, Bulog keluarkan cadangan beras pemerintah ‎91.149 ton

Selasa, 09 Januari 2018 | 15:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selama Oktober -Desember 2017, Perum Bulog sudah mendistribusikan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk operasi pasar (OP) sebesar 53.241 ton. Namun hal ini dinilai belum cukup ampuh meredam harga beras di Tanah Air.

Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti menuturkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menugaskan Bulog memperluas jangkauan OP dengan menggelontorkan beras kualitas medium di harga Rp 9.300 kilogram (kg). Harga tersebut sudah diperoleh konsumen dan lebih rendah dari patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.450 kg.

Mengutip Pusat Informasi Pangan Strategis menyebutkan harga beras medium di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI) sebesar Rp 14.100 kg.Sementara di Jawa Timur sebagai lumbung beras, berada diposisi Rp 11.300 kg.

Djarot  mengatakan terhitung 8 Januari 2018,Bulog telah menyiapkan OP beras medium sebesar 37. 908 ton. Apabila diakumulasikan sejak OP beras medium medio Oktober 2017 lalu berarti Bulog sudah mengeluarkan CBP hingga 91.149 ton.

Adapun OP beras medium di Januari 2018 sebesar 37.908 ini menurut  Djarot ,Bulog akan memperluas sasaran OP beras dari 1.172  menjadi 1.838 titik. Bulog membagi tiga saluran distribusi OP beras, pertama melalui satgas sebanyak 243 titik. Kemudian, Rumah Pangan Kita (227), mitra (702) dan pedagang pasar (666).

Bulog juga mendistribusikan OP beras di 198 pasar yang selama ini menjadi bahan pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS).Djarot tidak menampik OP beras yang dilakukan sejak Oktober 2017  lalu belum mampu menekan harga beras yang mengingat hal itu sangat terkait dengan ketersediaan beras di pasar  sekaligus permintaan masyarakat.‎

Catatan kabarbisnis.com, awalnya Bulog melepaskan beras OP sebesar Rp 8.100 kg. Kemudian harga tersebut dinaikkan menjadi Rp 8.800 kg.

"Namun dengan perluasan ini (sasaran operasi pasar, Red) akan mendorong semakin banyak beras pemerintah yang digelontor jadi suplai ke masyarakat seimbang dana akhirnya harga kembali ke harapan bersama. Januari ini kita dibantu pedagang terutama di pasar tradisional," terang Djarot kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Djarot menambahkan Kemendag meminta untuk mengeluarkan OP sekitar 20.000 ton.Kendati begitu hal ini akan terus disesuaikan dengan permintaan."Diminta 20.000 ton dulu hari ini. Persediaan ada. Tapi kan kita sesuai permintaan pasar. Kalau memang butuh terus kita keluarkan," kata dia.

Kepala Divisi Penyaluran Bulog Abdul Muis Ali mengatakan Bulog siap menyalurkan beras medium berapa pun kebutuhan yang diminta pemerintah. Meski CBP yang digunakan untuk OP  mendekati 100.000 ton, Bulog tidak khawatir stok CBP tahun 2017 sebesar 280.000 ton akan terkuras untuk menstabilisasi harga beras.

Untuk keperluan tersebut, dapat saja mengambilnya ‎dari stok rasta Bulog. Terlebih Februari mendatang, menurut prediksi Kementerian Pertanian sudah memasuki panen raya sehingga akan menambah pasokan beras ke pasar. Djarot sendiri menyebut stok Rasta akhir 2017 sebesar 950.000 an ton. kbc11

Bagikan artikel ini: