2010, bisnis penerbangan diperkirakan tumbuh 10%

Sabtu, 12 Desember 2009 | 11:24 WIB ET

SURABAYA- Tahun depan menjadi sebuah harapan bagi berbagai sektor industri, tidak terkecuali industri penerbangan di tanah air. Diperkirakan, tahun depan industri penerbangan nasional akan menglami pergerakan positif hingga 10%.

"Saya yakin, industri penerbangan tahun depan akan mengalami pertumbuhan positif 10%," kata Senior General Manager Garuda Indonesia Wilayah Indonesia Timur, Suranto, saat ditemui di Surabaya, Jumat Malam (11/12/09).

Dikatakan Suranto, prospek industri pernerbangan tahun 2010 sangat bagus. Ini terlihat dari trend pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester II 2009 yang mulai mengalami bergerakan positif.

"2010 akan menjadi masa kebangkitan ekonomi Indonesia. Dengan kondisi domestik yang semakin membaik, iklim perpolitikan yang lebih kondusif, akan mengangkat seluruh sektor ekonomi dalam negeri. Tdiak terkecuali sektor penerbangan," katanya.

Dengan naiknya pertumbuhan ekonomi domestik, lanjutnya, akan menyebabkan trend penjualan pesawat juga mengalami peningkatan yang sama. Sebab kedua hal ini selalu berbanding lurus dalam pertumbuhannya.

Berbeda dengan tahun 2009, dimana sektor indutri penerbangan mengalami keterpurukan akibat krisis finansial yang berkepanjangan di dunia.

Sebagai tambahan, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) memperkirakan, penumpang penerbangan internasional dari Indonesia hingga akhir 2009 turun 30-40%.

Hal ini terjadi menyusul melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS sekitar 30% pada awal tahun ini. Sehingga hal ini menyebabkan maskapai domestik yang menerbangi rute-rute regional dan internasional harus mengeluarkan biaya 30-40% lebih banyak.

Sebab, sekitar 60-70% operasional pesawat dibayar dalam dolar AS, seperti sewa pesawat, suku cadang dan perawatan pesawat dan lainnya. Dan ini cukup memberatkan maskapai. kbc6

Bagikan artikel ini: