Distributor tak pegang komitmen, stok gula di toko ritel menipis

Kamis, 22 Juni 2017 | 10:24 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kebijakan pemerintah dalam menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kilogram untuk komoditas gula ternyata tidak dipatuhi oleh distributor. Distributor hanya mau melepas gula mereka dengan harga diatas HET.

“Padahal peritel harus jual dengan harga maksimal Rp 12.500. Harusnya distributor jual ke peritel dengan harga sekitar Rp 11.900 per kilogram agar peritel juga mendapatkan margin atau keuntungan,” ujar Koordinator Wilayah Timur Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Abraham Ibnu di Surabaya, Rabu (21/6/2017).

Akhirnya banyak pusat perbelanjaan yang stok gulanya menipis bahkan kosong. Karena distributor hanya mau melepas gula mereka dengan harga diatas HET. Kekurangan gula tersebut terjadi terutama di berbagai supermarket dan hypermarket yang permintaannya tinggi, seperti di Giant dan Superindo.

“Minimnya stok gula tersebut tidak hanya terjadi pada toko ritel berjaringan nasional, ritel lokal seperti Bonet pun mengalami kesulitan yang sama untuk mendapatkan pasokan gula,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) Jatim April Wahyu Widati mengatakan bahwa ketersediaan gula di tingkat peritel minim. Kondisi itu disebabkan suplai di tingkat distributor juga terbatas. Sehingga pendistribusiannya menggunakan sistem kuota. Padahal kebutuhan gula pada akhir Ramadhan masih tinggi. ''Sebagai upaya untuk menutup kekurangan supply ini maka kami bekerjasama dengan Bulog,'' katanya.

Untuk saat ini, pengambilan gula ke Bulog masih dalam proses. Rencananya, pendistribusiannya akan dilakukan secara bertahap. ''Saat tahu stok gula menipis, kami segera berkoordinasi. Karena saat ini kebutuhan gula menjelang hari raya sangat tinggi,'' terangnya. Harga beli gula dari Bulog dinilai masih sesuai dengan koridor HET, sehingga retailer bisa menjual dengan harga tersebut.

''Diharapkan customer tetap bisa mendapatkan harga yang sesuai dengan kebijakan pemerintah,'' tambahnya. Meski demikian, pihaknya memastikan stok gula di ritel modern aman sampai H+7 setelah Lebaran.

Pada kesempatan lain, Kepala Perum Bulog Divre Jatim Usep Karyana mengatakan stok gula di gudang Bulog Divre Jatim mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga Lebaran. Saat ini, stok gula mencapai 100 ribu ton. Stok akan terus bertambah seiring dengan musim giling di beberapa pabrik gula di Jatim. “Produksi gula di Jatim terbesar di nasional,'' pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: